LINTAS-KHATULISTIWA.COM. MORUT, 1 April 2025 – Dalam sebuah insiden yang mengejutkan dan tragis, dua saudara kandung di Morowali Utara (Morut) diduga telah membunuh ayah mereka dengan menggorok lehernya menggunakan parang. Tindakan mengerikan itu, yang kabarnya dipicu oleh kebencian yang terpendam selama bertahun-tahun akibat pelecehan semasa kecil, telah menggemparkan masyarakat setempat.
Korban telah diidentifikasi sebagai Mon Lembonunu. Kedua putranya, yang tidak disebutkan namanya, telah ditangkap di Tomata dan saat ini berada dalam tahanan polisi. Peristiwa itu terjadi di desa Lembontonara, tempat Mon Lembonunu sedang berkunjung. Ia adalah penduduk Tomata.
Menurut Kapolsek Mori Atas, Iptu Saparuddin, SH, para tersangka mengakui perbuatannya dan sudah lama melakukan kekerasan fisik terhadap ayah mereka. “Kejadian tadi pagi dan dalam waktu kurang lebih 30 menit pelaku berhasil kami tangkap di Tomata. Mereka adalah anak kandung korban. Motifnya dendam karena sudah bertahun-tahun dipukuli oleh ayah mereka,” kata Iptu Saparuddin melalui telepon. “Kemarin anaknya diduga kembali dipukuli. Mereka saat itu dalam perjalanan pulang dari Kolonodale dengan maksud hendak melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi, namun setelah kejadian terakhir, emosi mereka meluap dan keduanya hilang kendali.”
Kepala Desa Lembontonara yang dihubungi melalui telepon menjelaskan, kejadian itu terjadi di desanya karena istri korban dan ibu tersangka sedang membantu warga setempat yang sedang merayakan Idul Fitri. “Istri korban sedang membantu di rumah warga yang sedang merayakan Idul Fitri. Suaminya baru datang kemudian. Saya sudah dapat kabar kejadian itu, tapi belum tahu detailnya. Itu yang kami ketahui sejauh ini,” jelas kepala desa.
Tragedi ini menjadi pengingat yang kuat akan konsekuensi yang menghancurkan dari kekerasan dalam rumah tangga dan dampak jangka panjang dari trauma masa kecil. Penyelidikan masih berlangsung, dan rincian lebih lanjut diharapkan akan muncul saat polisi terus mengumpulkan informasi dan menyusun kejadian yang mengarah pada kejahatan yang mengerikan ini. Masyarakat bergulat dengan kesedihan yang luar biasa dan emosi yang kompleks seputar tragedi keluarga ini.

