Close Menu
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sambang Warga Pada Malam Hari, Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Juli 15, 2026

Jejak Sang Wali dari Timur: Kisah Dua Makam Syekh Yusuf Al Makasari yang Melintasi Benua

Juli 13, 2026

Apel Pagi Gabungan Polda Sulsel, Kapolda Sampaikan Apresiasi dan Dorong Penguatan Soliditas

Juli 13, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Sambang Warga Pada Malam Hari, Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Ajak Warga Jaga Kamtibmas
  • Jejak Sang Wali dari Timur: Kisah Dua Makam Syekh Yusuf Al Makasari yang Melintasi Benua
  • Apel Pagi Gabungan Polda Sulsel, Kapolda Sampaikan Apresiasi dan Dorong Penguatan Soliditas
  • Ps. Kanit Binmas Polsek Ma’rang Bersama Bhabinkamtibmas Pantau Aktivitas Masyarakat di Pasar Tradisional Bonto-Bonto
  • Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Bersama Personel SPKT Patroli Monitoring Hajatan Pernikahan, Pastikan Situasi Tetap Aman dan Kondusif
  • Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Bersama SPKT I Monitoring Pasar Malam, Pastikan Aktivitas Pengunjung dan Pedagang Berjalan Aman
  • Kebakaran Hebat Melanda Bonto Bonto Pangkep, Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta Rupiah
  • Personel Polsek Ma’rang Patroli dan Pengamanan di Pasar Malam
Facebook X (Twitter) Instagram
Lintas KhatulistiwaLintas Khatulistiwa
Demo
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Beranda » Jejak Sang Wali dari Timur: Kisah Dua Makam Syekh Yusuf Al Makasari yang Melintasi Benua
Berita

Jejak Sang Wali dari Timur: Kisah Dua Makam Syekh Yusuf Al Makasari yang Melintasi Benua

Muhammad Taslim.SHBy Muhammad Taslim.SHJuli 13, 2026Tidak ada komentar
Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Nama: Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al Makasari Al Bantani Gelar: Tuanta Salamaka ri Gowa (Tuan Guru Penyelamat dari Gowa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Lintas-Khatulistiwa com | MAKASSAR – Nama Syekh Yusuf Al Makasari bukan sekadar catatan tinta dalam buku sejarah. Beliau adalah simbol keteguhan iman, ulama besar, pahlawan nasional, sekaligus waliyullah yang namanya harum membentang dari tanah kelahirannya di Gowa hingga ke ujung benua di Cape Town, Afrika Selatan.

Di balik sosoknya yang agung, tersimpan sebuah fenomena unik yang jarang dimiliki tokoh lain: keberadaan “dua makam” di dua negara berbeda yang sama sama dihormati sebagai pusat ziarah. Mengapa seorang tokoh memiliki dua titik peristirahatan terakhir?
Pulang ke Kampung Halaman: Dari Faure ke Lakiung
Syekh Yusuf wafat dalam pengasingan pada 23 Mei 1699 di Faure, Cape Town. Beliau dibuang oleh Belanda karena kegigihan perlawanannya terhadap penjajah. Namun, enam tahun berselang, pada 1705, pihak keluarga dan Kerajaan Gowa memohon izin kepada VOC untuk membawa pulang jasad beliau ke tanah kelahiran.
Prosesi ini dikenal masyarakat Gowa sebagai “Pulangi Toa” (pulang ke kampung halaman). Kini, makam di Lakiung, Bajeng, Gowa, diyakini sebagai tempat jasad beliau dikebumikan. Sementara itu, makam di Faure, Afrika Selatan, tetap berdiri hingga kini sebagai monumen peringatan yang sakral serta simbol perjuangan beliau sebagai Bapak Islam di Afrika Selatan.
Uniknya, kedua makam ini terus hidup dalam denyut spiritual peziarah. Tidak jarang, jamaah dari Afrika Selatan datang jauh jauh ke Gowa, begitu pula sebaliknya, masyarakat Sulawesi Selatan kerap berziarah ke Faure untuk menapaki jejak dakwah sang ulama besar.

Baca Juga:  Hakikat Kemerdekaan Sejati

Karomah di Balik Perpindahan Jasad

Sebuah kisah melegenda yang terus diceritakan adalah kondisi jasad Syekh Yusuf saat dipindahkan pada tahun 1705. Enam tahun setelah wafat, peti kayu dibuka, dan jasad beliau dilaporkan masih utuh serta mengeluarkan aroma wangi. Banyak ulama meyakini kejadian ini sebagai bentuk karomah (kemuliaan) yang diberikan Allah SWT kepada hamba Nya yang semasa hidup menjaga kesucian iman dan perjuangan.
Perjalanan Spiritual Sang “Tuanta Salamaka”

Baca Juga:  Gerak Cepat Polsek Ma’rang Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Poros Makassar–Parepare

Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al Makasari Al Bantani lahir di Gowa, 3 Juli 1626. Sejak usia 15 tahun, beliau telah berkelana menimba ilmu ke berbagai penjuru dunia, mulai dari Aceh, Banten, Yaman, hingga Damaskus. Beliau menguasai tujuh bahasa dan dikenal sebagai ahli fikih serta tasawuf yang mendalam.

Dalam masa hidupnya, tercatat berbagai karomah yang melegenda:

Rantai yang Patah: Saat ditahan Belanda, rantai besi yang membelenggu beliau kerap patah dengan sendirinya.

Air Tawar di Samudera: Dalam perjalanan pengasingan di tengah laut, beliau mampu mengeluarkan air tawar dari tongkatnya saat murid muridnya kehausan.

Dakwah Tanah Gersang: Di Cape Town, beliau berhasil mengubah tanah tandus menjadi pusat peradaban Islam. Hanya dalam waktu satu tahun, ribuan penduduk setempat memeluk Islam berkat akhlak dan keteladanan beliau.

Warisan yang Melintasi Zaman
Hingga kini, kompleks makam di Lakiung tidak pernah sepi peziarah. Beliau meninggalkan pesan abadi yang tetap relevan: “Jangan tinggalkan sholat. Jangan tinggalkan zikir. Cintai tanah airmu, tapi cintai Allah lebih dari segalanya.”

Baca Juga:  Komisi Pemberantasan Korupsi Sambangi Kantor Bupati Pangkep

Selain di Gowa dan Faure, jejak makam Syekh Yusuf juga diyakini tersebar di beberapa titik lain seperti Sri Lanka, Banten, dan Sumenep (Madura), yang menandai luasnya pengaruh dan tempat beliau singgah selama masa pengasingan.

Keberadaan sang ulama di dua benua menjadi bukti nyata bagaimana seorang tokoh besar mampu menyatukan perbedaan budaya dan meninggalkan warisan spiritual yang tak lekang oleh waktu. Beliau bukan sekadar kebanggaan Indonesia, melainkan “Tuan Guru” bagi dunia.

Data Tokoh:

Nama: Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al Makasari Al Bantani

Lahir: 3 Juli 1626, Gowa, Sulawesi Selatan

Wafat: 23 Mei 1699, Cape Town, Afrika Selatan
Gelar: Tuanta Salamaka ri Gowa (Tuan Guru Penyelamat dari Gowa)

Pengakuan: Nelson Mandela menyebut beliau sebagai “Salah Seorang Putra Afrika Terbaik.”

Lokasi Makam (Diakui): Puncak bukit Macassar (Afrika Selatan), Sri Lanka, Lakiung (Gowa), Banten, dan Sumenep (Madura).

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Muhammad Taslim.SH
  • Website

Related Posts

Sambang Warga Pada Malam Hari, Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Juli 15, 2026

Apel Pagi Gabungan Polda Sulsel, Kapolda Sampaikan Apresiasi dan Dorong Penguatan Soliditas

Juli 13, 2026

Ps. Kanit Binmas Polsek Ma’rang Bersama Bhabinkamtibmas Pantau Aktivitas Masyarakat di Pasar Tradisional Bonto-Bonto

Juli 13, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024

Mahfud MD: Berdemokrasi dan Menegakkan Hukum Perlu Kesabaran

Maret 14, 2023
Don't Miss
Berita

Sambang Warga Pada Malam Hari, Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Ajak Warga Jaga Kamtibmas

By Muhammad Taslim.SHJuli 15, 2026

Ma’rang-Sebagai wujud kedekatan Polisi dengan warga masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Briptu H. Rachman menyambangi warga…

Jejak Sang Wali dari Timur: Kisah Dua Makam Syekh Yusuf Al Makasari yang Melintasi Benua

Juli 13, 2026

Apel Pagi Gabungan Polda Sulsel, Kapolda Sampaikan Apresiasi dan Dorong Penguatan Soliditas

Juli 13, 2026

Ps. Kanit Binmas Polsek Ma’rang Bersama Bhabinkamtibmas Pantau Aktivitas Masyarakat di Pasar Tradisional Bonto-Bonto

Juli 13, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: info@example.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok Telegram
Our Picks

Sambang Warga Pada Malam Hari, Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Juli 15, 2026

Jejak Sang Wali dari Timur: Kisah Dua Makam Syekh Yusuf Al Makasari yang Melintasi Benua

Juli 13, 2026

Apel Pagi Gabungan Polda Sulsel, Kapolda Sampaikan Apresiasi dan Dorong Penguatan Soliditas

Juli 13, 2026
Most Popular

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024
© 2026 LINTAS KHATULISTIWA by WEBPro.
  • Privacy Policy
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.