Edisi Rabu, 5 Maret 2025 M / 1446 H
LINTAS-KHATULISTIWA COM. JAKARTA – Sholat merupakan ibadah yang mulia, pilar agama, dan perintah istimewa yang diterima langsung dari Allah SWT. Ia adalah amalan pertama yang dihisab pada hari berhenti. Jika doa diterima, maka amalan lainnya pun berpotensi diterima. Namun, jika shalatnya tidak benar, apalagi sampai ditolak, kerugian besar akan menimpa kita di akhirat kelak.
Oleh karena itu, mari kita memperhatikan tiga golongan berikut ini yang doanya tidak diterima, agar kita tidak termasuk di dalamnya dan terhindar dari kerugian abadi.
Dalam sebuah hadits dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Ada tiga kelompok yang shalatnya tidak terangkat meski hanya sejengkal di atas kepalanya (tidak diterima oleh Allah): Orang yang mengimami sebuah kaum tetapi kaum itu membencinya; Istri yang tidur sementara suaminya sedang marah padanya; Dua saudara yang saling mendiamkan (memutuskan hubungan).” (HR Ibnu Majah I/311 no 971 dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Misykat Al-Mashobiih no 1128)
Mari kita bahas satu per satu:
1. Imam yang Dibenci
(Orang yang mengimami sebuah kaum tetapi kaum itu membencinya)
Kata “Imam” di sini bisa memiliki dua makna:
Imamatun Sughro (Imam Kecil): Yaitu imam sholat. Jika seorang imam shalat dimajukan namun makmumnya tidak disukai, maka doanya tidak diterima. Tentu saja, ketidaksukaan makmum harus didasari alasan syar’i, bukan karena alasan sepele seperti bacaan ayat yang panjang atau ruku’ yang lama. Namun, jika imam tersebut fasik , jahil (bodoh), atau pelaku bid’ah , maka persetujuan tersebut diperbolehkan.
Imamatun Kubra (Pemimpin Umat): Baik itu sultan , khilafah , gubernur, presiden, dan seterusnya. Jika seorang pemimpin tidak dicintai rakyatnya karena tidak amanah dan tidak adil, maka doanya tidak diterima. Terlebih lagi, jika ia berkhianat, ia tidak akan mencium bau surga.
Beberapa ulama memperluas kategori “imam” ini kepada siapapun yang diberi amanah kepemimpinan di lingkungannya, seperti Ketua RT, Ketua RW, Kepala Desa, hingga Presiden. Jika para pemimpin ini dibenci oleh warganya, maka doa mereka tidak akan diterima oleh Allah SWT.
2. Istri yang Tidur Sementara Suaminya Sedang Marah Kepadanya
Seorang istri yang membiarkan suaminya marah karena tidak terpenuhi kebutuhannya, lalu ia meninggalkannya tidur, maka setiap shalat yang dikerjakan istri tersebut akan sia-sia sampai ia meminta maaf dan meredakan kemarahan suaminya.
Imam al Muzhir berpendapat bahwa hal serupa juga dapat terjadi pada suami jika ia tidak melaksanakan kewajibannya terhadap istri (anggota makan, pakaian, tempat tinggal, perhatian, dan pendidikan).
Marah yang menyebabkan doa tidak diterima tentu saja harus dengan alasan yang diperbolehkan secara agama, yaitu ketika kewajiban suami atau istri tidak dilakukan dengan baik. Oleh karena itu, penting bagi kita sebagai orang tua untuk mengajarkan ilmu berumah tangga tentang kewajiban menjadi suami dan istri dalam Islam.
3. Dua Saudara yang Saling Mendiamkan (Memutuskan Hubungan)
Dua orang saudara, baik saudara kandung maupun saudara seiman, yang saling diamkan dan memutuskan hubungan, tidak akan mendapatkan balasan apapun dari doa yang dikerjakannya sampai ia berbicara atau menyambung kembali hubungan yang memutuskannya.
Dua saudara yang saling mendiamkan (memutuskan hubungan), berkonflik, atau bertikai, baik saudara kandung maupun saudara seiman, karena semua orang mukmin adalah.
“Tidak halal bagi seorang muslim untuk menghajr (memboikot) saudaranya lebih dari 3 malam (yaitu 3 hari). Mereka berdua bertemu namun yang satu bertobat dan yang lainnya juga bertobat. Dan yang terbaik di antara mereka berdua yaitu yang memulai dengan memberi salam.” (Muttafaqun ‘alaih, diriwayatkan oleh Im?m Bukhari dan Imam Muslim)
Maka, walaupun doanya banyak sekali, namun semasa hidup mereka bertikai, maka doanya tidak diterima dan tidak diangkat. Terlebih lagi, tidak memutus persaudaraan akan menyebabkan amalan tidak diterima dan tidak masuk surga.
“Tidaklah masuk surga orang yang suka memutus, (memutus tali silaturahmi)” (Mutafaqun ‘alaihi)
Rasulullah SAW bersabda:
“Telah dibukakan pintu-pintu surga setiap hari Senin dan Kamis. Maka seluruh hamba yang tidak berbuat syirik kepada Allah sama sekali akan diberi ampunan oleh Allah, kecuali seorang yang dia punya permusuhan antara dia dengan saudaranya.”
Maka dikatakan kepada para malaikat:
“Tangguhkanlah (dari ampunan Allah) 2 orang ini sampai mereka berdua damai.” (HR Muslim no.2565)
Semoga kita tidak termasuk dalam tiga golongan orang yang shalat namun doanya tidak diterima oleh Allah SWT. Aamiin.

