LINTAS-KHATULISTIWA.COM Pangkep, 21 Januari 2025- Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Laikang, Desa Talaka, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, disegel oleh kepolisian dan BP Migas menyusul dugaan kebocoran tangki bahan bakar bawah tanah Peristiwa yang terjadi pada Senin, 20 Januari 2025 itu terkuak setelah seorang warga mengunggah Video adanya air yang tercampur bahan bakar setelah mengisi Pertamax.
Masalah ini pertama kali mencuat ketika sebuah video beredar di media sosial, yang konon memperlihatkan sebuah gelas berisi campuran sekitar 80% air dan 20% bensin Pertamax, yang diduga diambil dari tangki bahan bakar kendaraan. Hal ini memicu kekhawatiran di antara warga dan mendorong dilakukannya penyelidikan.

Seorang staf di SPBU yang tidak mau disebutkan namanya itu membenarkan kepada Lintas-Khatulistiwa.com bahwa video itu memang asli. Ia menyatakan bahwa pencemaran air itu terjadi karena adanya kebocoran pada tangki bawah tanah utama SPBU nomor 3 yang diperuntukkan untuk Pertamax. Ia juga menyebutkan bahwa tangki yang dimaksud berwarna biru.
Menurut laporan, video tersebut awalnya diunggah secara daring pada hari Senin, 20 Januari 2025. Setelah video tersebut beredar, Brigadir Amir dari Kepolisian Sektor Ma’rang menghubungi perwakilan SPBU, yang diidentifikasi sebagai Heri. Heri segera diberi tahu tentang situasi tersebut dan disarankan untuk bertanggung jawab atas masalah tersebut. Selanjutnya, Heri bertemu dengan pelanggan yang terdampak, yang diidentifikasi sebagai Ibu Ida, dan memulai proses untuk mengatasi masalah tersebut. Solusi awal adalah menawarkan untuk mengirim mobil pelanggan ke bengkel untuk pemeriksaan menyeluruh.
Beredarnya video tersebut di media sosial mendorong tindakan lebih lanjut. Setelah melakukan penyelidikan, Kepolisian Pangkep dan BP Migas menemukan kejanggalan, yang berujung pada penyegelan nosel bahan bakar Pertamax di SPBU tersebut.
Dugaan kebocoran tangki bahan bakar di SPBU Laikang, Kecamatan Ma’rang, saat ini masih dalam penyelidikan oleh Kepolisian Pangkep. Informasi lebih lanjut akan disampaikan seiring dengan perkembangan penyelidikan.

