Lintas-Khatulistiwa.com | PANGKEP — Penangkapan tiga warga yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu di Pulau Kalukalukuang, Kecamatan Liukang Kalmas, Sabtu (18/4/2026), menuai perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Pengurus Markas Cabang Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Pangkep.
Ketua Harian LMP Pangkep, Muhammad Taslim, SH, menegaskan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap pengguna maupun pengedar narkotika di wilayah Kabupaten Pangkep, khususnya di daerah kepulauan yang dinilai semakin rawan.
“Tidak ada toleransi bagi pengguna dan pengedar narkotika di Kabupaten Pangkep. Kami meminta aparat kepolisian bertindak tegas terhadap siapa pun yang terlibat, tanpa pandang bulu dan tanpa melihat siapa yang membekingi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti maraknya kasus narkotika di wilayah kepulauan yang dinilai telah meresahkan masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dan langkah konkret dari aparat penegak hukum.
Sebelumnya, jajaran Polsek Liukang Kalmas melakukan penggerebekan terhadap yang diduga mengkomsusmsi sabu-sabu di Pulau Kalukalukuang. Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika
.
Kapolsek Liukang Kalmas, IPTU Abd. Samad, mengungkapkan bahwa proses penangkapan sempat mengalami kendala di lapangan.
“Dari tiga pelaku, satu orang berhasil melarikan diri. Selain itu, kami menghadapi perlawanan dari pihak keluarga pelaku yang mengamuk dengan membawa parang, sehingga sempat menghambat proses penangkapan,” ujarnya.
Meski demikian, aparat kepolisian berhasil mengendalikan situasi dan mengamankan dua orang pelaku beserta barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara satu pelaku lainnya kini masih dalam pengejaran.
Kasus ini menjadi peringatan serius akan bahaya penyalahgunaan narkotika yang kian merambah wilayah kepulauan. Diperlukan sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya pemberantasan narkoba secara menyeluruh demi menjaga keamanan dan masa depan generasi muda.

