LINTAS-KHATULISTIWA.COM. MAROS, Senin,27 Januari 2025 – Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Maros yang baru terpilih, Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur, akan berlangsung sangat intim, dengan hanya empat orang yang diundang untuk menyaksikan upacara tersebut secara langsung. Hal ini sangat berbeda dengan acara berskala besar yang biasa menyertai peristiwa penting seperti ini.
Kepala Bidang Protokol dan Komunikasi Pemerintah Kabupaten Maros, Yusriadi Arif, membenarkan adanya pembatasan jumlah tamu undangan. Ia mengatakan, “Setiap Bupati dan Wakil Bupati terpilih hanya akan didampingi oleh satu orang.” Hal ini tentu saja mengurangi jumlah peserta yang hadir dalam acara yang dijadwalkan pada 6 Februari mendatang.
Upacara itu sendiri akan berlangsung di Jakarta, dengan Presiden Prabowo sebagai pemimpin upacara. Lokasi utama yang dipertimbangkan adalah Istana Negara, meskipun Jakarta Convention Center tetap menjadi alternatif potensial. “Kami masih menunggu keputusan akhir mengenai lokasi,” imbuh Yusriadi.
Pemerintah Kabupaten Maros juga tengah menunggu instruksi lebih lanjut dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait dengan diperbolehkannya kehadiran pejabat daerah atau anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada pelantikan. Fokusnya tampaknya adalah menjaga agar kehadiran di tempat pelantikan seefisien mungkin.
Meski upacara resminya hanya akan dihadiri oleh beberapa orang, warga Maros tidak akan dikecualikan sepenuhnya. Untuk memastikan masyarakat tetap dapat berpartisipasi dalam momen penting ini, pemerintah daerah akan mendirikan tenda dan layar lebar di Monas, taman Monumen Nasional di Jakarta. Dengan demikian, warga Maros dapat menyaksikan pelantikan secara langsung dan merayakan kepemimpinan baru mereka, meskipun dari jarak jauh.
Pemimpin terpilih, Chaidir dan Muetazim, dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada hari Minggu, 2 Februari. Jadwal mereka termasuk pemeriksaan kesehatan di Kemendagri pada tanggal 4 Februari, diikuti dengan gladi bersih di Istana Negara pada tanggal 5 sebagai persiapan untuk hari besar.
Setelah pelantikan resmi pada 6 Februari, Chaidir dan Muetazim akan kembali ke Maros pada 10 Februari. Mereka akan disambut setibanya di Bandara Sultan Hasanuddin dan akan langsung menuju gedung DPRD Maros untuk mengikuti sidang paripurna.
Peresmian yang disederhanakan ini menggambarkan fokus pada efisiensi dan potensi perubahan dalam cara penyelenggaraan acara semacam itu, setidaknya di tingkat regional. Acara ini akan jauh berbeda dari apa yang mungkin diharapkan warga Maros, tetapi upaya untuk memastikan partisipasi masyarakat melalui area menonton publik menyoroti pentingnya momen tersebut bagi warga Maros.

