LINTAS-KHATULISTIWA.COM. Pangkep, – 20 Januari 2024 – Ribuan Tenaga Harian Lepas (THL) kontrak di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, menyampaikan aspirasinya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) hari senin kemarin, menuntut perlakuan yang lebih baik dan pengakuan atas kontribusi krusial mereka bagi masyarakat. Rapat dengar pendapat dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pangkep tersebut menyoroti kekecewaan mendalam atas ketidakpastian pekerjaan, gaji yang tidak memadai, dan apa yang mereka klaim sebagai penyimpangan dalam data kepegawaian.
Para pekerja ini, yang banyak di antaranya telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun di sektor kesehatan tanpa status permanen, mengungkapkan kekecewaan mereka melalui juru bicara yang hanya diidentifikasi sebagai ” Si Anu.” Si Anu menyampaikan pidato penuh semangat kepada para anggota DPRD, menguraikan serangkaian masalah yang mereka hadapi. Yang paling utama di antara mereka adalah tuntutan untuk penyelidikan menyeluruh terhadap apa yang mereka sebut sebagai “data hantu” – penyimpangan dalam informasi personel yang digunakan saat mengalokasikan sumber daya untuk personel kesehatan.
Pekerja THL berpendapat bahwa sistem saat ini telah menciptakan ketidakseimbangan yang signifikan, yang menyebabkan pengabaian kebutuhan mereka sementara dana publik dialokasikan dengan cara yang tidak transparan dan, menurut pandangan mereka, berpotensi didorong oleh favoritisme.
“Kami memahami adanya kendala anggaran,” kata Si Anu, “tetapi ketidakseimbangannya mencolok. Ini berbau nepotisme.” Pernyataan ini mencerminkan perasaan yang lebih luas di antara para pekerja kesehatan yang berkumpul bahwa kerja keras dan dedikasi mereka diremehkan dan diabaikan.
Dalam sidang tersebut, anggota DPRD mengakui keseriusan kekhawatiran para pekerja. Salah satu anggota DPRD secara khusus meminta agar OPD menangani sepenuhnya masalah yang diangkat oleh para pekerja THL. Lebih lanjut, anggota DPRD ini berjanji untuk melakukan investigasi internal terhadap dugaan penyimpangan “data hantu”. Komitmen DPRD untuk mengambil tindakan memberikan secercah harapan bagi para profesional kesehatan yang frustrasi.
Nasib para pekerja kesehatan THL ini merupakan tantangan yang lebih luas yang dihadapi oleh banyak karyawan kontrak di seluruh Indonesia. Meskipun mereka merupakan bagian penting dari sistem perawatan kesehatan, banyak yang masih berada dalam situasi yang tidak menentu, tidak memiliki jaminan kerja, upah yang layak, dan tunjangan dasar. Tuntutan dan tindakan yang diambil oleh para pekerja THL di Pangkep berfungsi sebagai pengingat yang kuat akan peran penting yang dimainkan oleh para pekerja kontrak, sekaligus menyoroti kebutuhan yang berkelanjutan untuk meningkatkan praktik ketenagakerjaan dan alokasi sumber daya yang adil dalam sektor publik.

