Lintas-khatulistiwa.com Pangkep– Setelah menjalani cuti kampanye selama 60 hari, Dr. Muhammad Yusran Lalo Gau (MYL) kembali menjabat sebagai Bupati Pangkajene dan Kepulauan. Momen kembalinya MYL ke posisi pemimpin daerahnya ini terjadi di tengah suasana tenang menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024. Proses pemilihan ini sangat dinanti, dan kehadiran kembali para petahana, termasuk MYL, menjadi sorotan publik.
Dalam sebuah video yang diunggah pada Ahad, 24 November 2024, MYL diketahui telah kembali menggunakan mobil dinasnya dengan nomor polisi DD 1 E. Kembalinya MYL ke kursi Bupati menandai dimulainya kembali aktivitas pemerintahan setelah masa cuti yang fokus pada kampanye. Dia bukan satu-satunya kepala daerah petahana yang kembali aktif; beberapa bupati dan wali kota lainnya di Sulawesi Selatan juga melanjutkan tugas mereka pasca pemotongan.
Sejumlah kepala daerah lain yang juga telah kembali termasuk Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, Bupati Luwu Timur Budiman, Bupati Maros Chaidir Syam, Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang, dan Wali Kota Makassar Danny Pomanto. Kebangkitan kembali para petahana ini menunjukkan dinamika politik yang tinggi menjelang Pilkada, di mana mereka dituntut untuk menjaga keseimbangan antara menjalankan tugas pemerintahan dan kepentingan politik mereka.
Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Zudan, yang juga merupakan Ketua Umum Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Nasional, menekankan perlunya perhatian khusus terhadap kondisi ini. Dia menyatakan potensi untuk memanfaatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di masa tenang Pilkada 2024 harus dikelola dengan hati-hati. “Para pasangan calon, terutama yang merupakan petahana, setelah menyelesaikan masa cutinya, akan kembali ke jajaran pemerintahan dan memiliki kekuatan besar untuk mengkonsolidasikan para ASN,” ungkapnya.
Dalam konteks ini, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulsel mengambil langkah proaktif dengan mengeluarkan surat imbauan mengenai netralitas ASN di masa tenang Pilkada. Surat dengan nomor 1027/HK.04.01/K.SN/11/202/Makassar, tertanggal 23 November 2024, menekankan pentingnya ASN untuk tetap netral dan tidak terlibat dalam politik praktis.
Masa kampanye Pilkada 2024 telah resmi berakhir pada tanggal 23 November, dan kini semua mata pertemuan pada hari pencoblosan yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 November. Dengan kembalinya para kepala daerah petahana ke dalam pemerintahan, tantangan untuk menjaga netralitas, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi ini, menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.
Kepemimpinan yang baik dan netralitas dalam ASN akan menjadi kunci untuk menciptakan atmosfir demokrasi yang sehat, terutama dalam pelaksanaan Pilkada 2024 yang semakin dekat. Kembalinya MYL dan kawan-kawan bukan hanya sekadar pengabdian mereka, tetapi juga merupakan bagian dari proses panjang menuju pemilihan yang transparan dan berintegritas.

