LINTAS-KHATULISTIWA.COM PANGKEP- Pada Minggu, 15 Desember 2024, Kabupaten Pangkep mengalami cuaca ekstrem dengan hujan lebat dan angin kencang yang menyebabkan sejumlah pohon tumbang di berbagai lokasi di 13 kecamatan. Salah satu titik yang terdampak parah adalah Desa Tabo-tabo, Kecamatan Bungoro, di mana beberapa pohon tumbang akses menutup jalan poros desa yang vital bagi mobilitas masyarakat.

Dalam situasi darurat ini, Peltu Ihwal, Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Desa Tabo-tabo, menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa. Ia langsung mengambil inisiatif dengan mengerahkan aparat dan masyarakat untuk menanggulangi dampak dari kejadian tersebut. Tindakan cepat Peltu Ihwal tidak hanya membantu membuka kembali akses jalan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi warga desa yang khawatir akan keselamatan mereka di tengah cuaca buruk.
Sementara itu, di Desa Kabba, Kecamatan Minasate’ne, situasi tak kalah mendesak juga terjadi akibat angin puting beliung. Gerak cepat Serma Budi Mustamin, Babinsa Desa Kabba dari Kodim 1421/Pangkep, memungkinkan respon cepat terhadap bencana yang mengakibatkan kerusakan pada empat rumah warga di Kampung Kabba, Dusun Taraweang. Melihat kondisi tersebut, Serma Budi Mustamin langsung melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan bantuan datang secepat mungkin dan warga yang terdampak mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan.

Di Kecamatan Ma’rang, Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Aipda Wahyuddin bersama Babinsa 1421-05 Koramil Ma’rang, Serda Benny Joko, juga terlibat dalam penanganan pohon tumbang yang menutup jalan penghubung antara Kelurahan Talaka dan Kelurahan Attang Salo. Keberadaan aparat keamanan dan TNI di tengah masyarakat sangat dibutuhkan untuk memberikan rasa tenang serta bantuan segera dalam kondisi yang tidak terduga ini.

Keterlibatan masyarakat dalam penanganan bencana menandakan semangat gotong royong yang masih kuat di daerah tersebut. Para warga bahu-membahu untuk membersihkan jalan dan memastikan bahwa akses kembali normal secepat mungkin. Hal ini membuktikan bahwa dalam kesulitan, masyarakat dapat bersatu dalam menghadapi tantangan yang ada.
Mencermati kejadian ini, penting bagi setiap lembaga dan individu untuk memiliki rencana kesiapsiagaan menghadapi bencana. Edukasi tentang kebencanaan dan mitigasi risiko harus menjadi prioritas agar masyarakat dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi situasi serupa di masa yang akan datang.
Dengan kepemimpinan yang responsif dan partisipasi aktif masyarakat, Kabupaten Pangkep diharapkan dapat kembali bangkit setelah menghadapi tantangan cuaca buruk ini, serta menjadi lebih siap menghadapi situasi darurat berikutnya.

