Lintas-Khatulistiwa.com | PANGKEP, SULSEL – Kasus dugaan pelanggaran etika dan disiplin aparatur sipil negara (ASN) kembali mencoreng citra pemerintahan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Seorang Lurah di wilayah Boriappaka dilaporkan terjaring dalam operasi penggerebekan yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangkep, saat berada di dalam kamar penginapan bersama seorang wanita yang diduga bawahannya sendiri.
Penggerebekan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Pangkep, Hafid, bersama jajarannya. Aksi ini dilakukan menanggapi laporan dan keresahan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas tidak wajar di salah satu penginapan di wilayah Pangkep.
Dalam pantauan di lokasi, sebuah mobil berwarna abu abu yang diduga milik oknum lurah tersebut tampak terparkir tepat di samping kamar tempat kejadian perkara. Saat tim Satpol PP bersama pihak penginapan melakukan pemeriksaan, ditemukan bahwa penghuni kamar tersebut memang benar merupakan oknum Lurah Boriappaka bersama seorang wanita yang diduga staf di kelurahannya.
Peristiwa yang mencoreng institusi pemerintah ini disebut sebut terjadi saat jam kerja. Meski detail kronologi waktu masih dalam tahap pendalaman pihak berwenang, tindakan oknum tersebut dinilai telah melanggar norma etika dan disiplin ASN sebagaimana diatur dalam peraturan perundang undangan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut mengenai sanksi yang akan diberikan. Namun, insiden antara atasan dan staf di luar koridor profesional ini memicu kecaman publik, mengingat posisi lurah seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat di wilayahnya.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pangkep dapat menindak tegas oknum yang bersangkutan agar memberikan efek jera serta menjaga marwah dan martabat aparatur pemerintahan di Kabupaten Pangkep.

