LINTAS-KHATULISTIWA.COM Jakarta – Menjelang perayaan Natal yang penuh makna, Presiden Prabowo Subianto meresmikan Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral sebagai simbol kerukunan dan toleransi antar umat beragama di Indonesia. Peresmian ini tidak hanya menjadi tonggak sejarah dalam pengembangan infrastruktur, namun juga mempertegas komitmen bangsa untuk menghormati serta merayakan perbedaan.
Terowongan yang menghubungkan dua rumah ibadah yang bersejarah di Jakarta, yaitu Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, dirancang dengan tujuan memudahkan akses bagi jamaah dari kedua tempat ibadah tersebut. Infrastruktur ini mencerminkan upaya untuk menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi umat beragama untuk saling mengenal dan berinteraksi.
Selain terowongan, area parkir bersama dengan kapasitas hingga 1.000 kendaraan juga disiapkan. Fasilitas ini akan digunakan secara bergantian oleh jamaah Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, menggambarkan semangat gotong royong dan kolaborasi antar umat beragama. Dengan adanya infrastruktur ini, aktivitas ibadah yang diharapkan dapat berlangsung dengan lancar dan nyaman, meningkatkan pengalaman spiritual bagi semua pihak.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan harapannya agar pembangunan fasilitas ini dapat meningkatkan kualitas ibadah umat beragama serta memperkuat kerukunan sebagai bangsa yang besar. Ia menekankan bahwa toleransi dan saling menghargai adalah fondasi yang harus terus dibangun dalam masyarakat multikultural Indonesia.
Acara peresmian ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Agus Hary Mukti Yodoyono sebagai Menteri Koordinator Infrastruktur, Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Bapak Nasaruddin Umar, Menteri PMK Bapak Pratikno, serta Menteri Pekerjaan Umum Doddy Hanggodo. Kehadiran Kepala Pastor Gereja Katedral Romo Albertus Hani Rudi Hartoko juga menjadi simbol kekuatan sinergi antar pemimpin agama dan pemerintah untuk menciptakan perdamaian serta kerukunan di tanah air.

Peresmian Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral bukan hanya langkah maju dalam pengembangan infrastruktur, tetapi juga merupakan perubahan nyata dari semangat toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Di tengah berbagai tantangan dan perbedaan yang ada, fasilitas ini diharapkan dapat menjadi jembatan penghubung, tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam memperkuat benang persatuan merah dan kesatuan bangsa Indonesia. Mari kita sambut perayaan Natal dan tahun baru dengan semangat baru untuk menjalin hubungan yang lebih harmonis antar sesama.

