LINTAS-KHATULISTIWA.COM PANGKEP, – Tim Satreskrim Polres Pangkep menyegel dispenser bahan bakar Pertamax di SPBU 74.906.06 menyusul laporan bahan bakar tersebut telah terkontaminasi air. SPBU yang terletak di jalan utama Makassar-Parepare tepatnya di Laikang Kel.Talaka Kec. Ma’rang Kab.Pangkep itu kini tengah diselidiki oleh kepolisian setempat.
Menurut AKP Firman, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Pangkep, penyelidikan bermula setelah munculnya kekhawatiran mengenai kualitas bahan bakar Pertamax. “Kami sudah memasang garis polisi di lokasi kejadian. Tim kami sudah turun dan saat ini sedang mengambil keterangan dari pihak terkait,” ungkapnya kepada Lintas-khatulistiwa.com, Rabu, 22 Januari 2025.
Untuk mencegah masalah lebih lanjut, pompa yang terkontaminasi telah dimatikan sepenuhnya. “Tidak boleh ada lagi kendaraan yang mengisi Pertamax dari pompa tersebut,” jelas AKP Firman.
Heri, pengelola SPBU 74.906.06, membenarkan bahwa Pertamax memang telah terkontaminasi air. “Air yang kami temukan berasal dari kebocoran tangki penyimpanan bahan bakar. Kami menangani masalah ini setelah menerima pengaduan tentang kontaminasi tersebut, yang merupakan saat kami menemukan masalah tersebut,” katanya.
Heri juga menyatakan bahwa SPBU tersebut sedang dalam proses penggantian bahan bakar yang terkontaminasi dan telah berjanji untuk memberikan ganti rugi kepada pelanggan yang mengalami kerusakan kendaraan akibat bahan bakar yang salah. “Kami juga akan menangani perbaikan apa pun karena bahan bakar yang terkontaminasi. Begitu kami menerima pengaduan, kami segera mengambil tindakan,” tegasnya. Ia menambahkan, “Kami telah menutup sementara pompa Pertamax.”
Meski SPBU Pertamax ditutup, namun jenis bahan bakar lain masih tersedia di SPBU tersebut. Lintas-khatulistiwa.com mengamati bahwa kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil, masih melakukan pengisian bahan bakar di SPBU lain yang masih beroperasi. Penyelidikan polisi masih berlangsung untuk mengetahui sejauh mana pencemaran tersebut dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

