LINTAS-KHATULISTIWA COM. Bangkal Belitung – Operasi dramatis polisi dan militer terjadi di Belitung minggu ini, saat satuan tugas gabungan berupaya menangkap Hendrik, mantan prajurit TNI yang diberhentikan tidak hormat pada tahun 2023. Hendrik dicari terkait insiden penembakan yang melibatkan sesama prajurit. Meski telah merencanakan penggerebekan di sebuah rumah di Parit, Kabupaten Belitung, pada Selasa (14 Januari 2025), Hendrik berhasil melarikan diri.
Operasi tersebut merupakan kerja sama antara Kodim 0414 Belitung dan Kepolisian Belitung. Menurut laporan, penggerebekan terhadap tempat persembunyian yang diduga sebagai tempat persembunyian itu bukan tanpa insiden. Sebelum pasukan gabungan dapat masuk, tembakan dilepaskan ke arah rumah tersebut. Ketika tim akhirnya berhasil masuk ke lokasi, mereka mendapati tempat itu kosong; Hendrik telah melarikan diri.
Riwayat Hendrik penuh dengan masalah. Sebelum diberhentikan dari militer, ia dikabarkan terlibat dalam perampokan di wilayah Belitung, yang menyebabkan ia membelot. Hendrik yang pernah menjadi Babinsa ( Bintara Pembina Desa) yang terpercaya, kemudian dipindahkan ke Korem (Komando Resor Militer) sebelum ia diberhentikan. Auditor militer menjatuhkan hukuman satu tahun penjara atas pelanggaran yang dilakukannya.
Hingga kini, keberadaan Hendrik masih belum diketahui. Meski rumah tempat ia diduga bersembunyi kini kosong, pihak berwenang belum menyerah dalam pengejaran.
Kepolisian Belitung Timur yang dipimpin Kapolda AKBP Indra Fery Dalimunthe tetap bersiaga tinggi dan bekerja sama erat dengan Kodim 0414/Belitung. Kepada media, AKBP Dalimunthe meyakini Hendrik tidak mungkin melarikan diri jauh. Ia juga mengindikasikan kebebasan Hendrik semakin dibatasi.
“Kami punya data dan berkoordinasi dengan Kodim untuk memastikan semua titik akses terputus untuknya, termasuk koneksi yang mungkin ada di Belitung Timur,” ungkapnya. “Peran kami adalah memberikan dukungan penuh dan dukungan [terhadap upaya militer].”
Selain bekerja sama dengan TNI, Kepolisian Belitung Timur juga telah meningkatkan kewaspadaan dengan menempatkan petugas di lokasi-lokasi strategis. Langkah pencegahan ini dimaksudkan untuk menjaga situasi tetap terkendali dan membatasi kemungkinan Hendrik melarikan diri.
“Kami terus mendukung pengejaran yang dilakukan dan memastikan situasi keamanan di Belitung Timur tetap kondusif,” imbuh AKBP Dalimunthe.

