LINTAS-KHATULISTIWA.COM SEMARANG,- Aryanto Misel, nama yang mungkin tidak banyak dikenal di negara asalnya, Indonesia, tengah menimbulkan gejolak di industri otomotif internasional. Penemu otodidak asal Cirebon, Jawa Barat ini, seorang pria yang hanya mengenyam pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) , telah menarik perhatian raksasa otomotif Eropa, termasuk Ferrari yang bergengsi, dengan perangkat inovatifnya yang disebut Nikuba. Nikuba, sebuah penemuan yang mengklaim dapat mengubah air menjadi sumber bahan bakar, telah memicu minat sekaligus kontroversi.
Lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada tanggal 30 Agustus 1955, Aryanto Misel selalu tertarik dengan dunia kimia. Meskipun pendidikan formalnya terbatas, ia melahap buku-buku tentang kimia, didorong oleh hasrat yang mendorongnya untuk menciptakan produk-produk inovatif melalui pembelajaran otodidak dan kecerdikannya. Dedikasinya yang tak tergoyahkan ini membuatnya mendapat julukan “Profesor Tanpa Gelar”.
Nikuba, hasil dedikasi Aryanto, diklaim mampu mengubah air menjadi energi yang mampu menggerakkan kendaraan. Meski laporan awal menyebutnya sebagai pengganti potensial bahan bakar fosil, Aryanto sendiri telah mengklarifikasi bahwa fungsi utama Nikuba pada mobil adalah untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar. Ia mengklaim bahwa Nikuba dapat meningkatkan penghematan bahan bakar hingga 30 persen. Klaim sebelumnya menyebutkan bahwa sepeda motor dapat menempuh jarak hingga 450 kilometer hanya dengan menggunakan satu liter air yang ditenagai oleh Nikuba.
Namun, penemuan ini menghadapi pengawasan ketat dan skeptisisme di Indonesia. Meskipun berpotensi, tampaknya Nikuba belum menerima dukungan signifikan yang dibutuhkannya untuk sepenuhnya terwujud di negara ini. Kurangnya pengakuan domestik ini telah menyebabkan titik balik. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah memberikan lampu hijau kepada Aryanto Misel untuk mengejar peluang dengan entitas asing yang tertarik pada Nikuba, termasuk produsen otomotif Eropa yang disebutkan di atas.
Kisah Aryanto Misel dan Nikuba merupakan kisah yang menyentuh hati. Kisah ini berbicara tentang potensi yang terpendam dalam diri individu yang mungkin tidak sesuai dengan pola konvensional penemu dan inovator. Kisah ini menyoroti pentingnya memelihara bakat dan mendukung ide-ide yang tidak konvensional, terlepas dari latar belakang pendidikan. Kisah ini juga menimbulkan pertanyaan tentang potensi kerugian ketika inovasi dalam negeri diabaikan dan kemudian dicari oleh kekuatan asing.
Apakah Nikuba akan merevolusi industri otomotif masih harus dilihat. Namun, perjalanan Aryanto Misel, penemu otodidak asal Cirebon, menjadi pengingat kuat bahwa inovasi dapat muncul dari tempat yang tak terduga dan terkadang, pengakuan dan dukungan dapat datang dari lintas batas, membuat seseorang merasa “terlupakan di negeri sendiri, berkarya di negeri orang” – terlupakan di negeri sendiri, berkembang di negeri lain. Meskipun masa depan Nikuba tidak pasti, kisah penciptanya menggarisbawahi perlunya Indonesia untuk mengembangkan bakatnya sendiri dan menumbuhkan lingkungan tempat inovasi dapat berkembang di dalam negeri.
Sumber; Jurnal Militer (Ariyanto Misel)

