Jakarta – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menunjuk Mayor Jenderal TNI dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP (K)., FIHA., M.M.R.S., seorang jenderal TNI AD kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, untuk menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan periode 2026 2031. Penunjukan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 17/P Tahun 2026 dan merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola serta kesinambungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Selain Prihati Pujowaskito, Presiden Prabowo juga menetapkan jajaran baru Dewan Pengawas serta Direksi BPJS Kesehatan untuk periode yang sama. Proses penetapan ini mengacu pada Undang Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, yang mengatur masa jabatan anggota Dewan Pengawas dan Direksi selama lima tahun dengan kemungkinan perpanjangan satu kali masa jabatan. Sebagaimana diatur dalam Pasal 21 dan Pasal 23 undang undang tersebut.
Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Komisi IX DPR RI dan persetujuan dalam Rapat Paripurna untuk menetapkan jajaran Dewan Pengawas, berdasarkan calon yang diajukan oleh Presiden sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.
Profil Singkat Sang Nahkoda Baru BPJS Kesehatan
Prihati Pujowaskito, yang lahir di Surakarta pada 29 Maret 1967, memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang medis dan militer.
Ia lulus dari Sepa PK TNI pada tahun 1990, dan melanjutkan pendidikannya di FK UNS Surakarta pada 1994, meraih gelar S2 pada tahun 2016, serta menempuh pendidikan militer seperti Sussarcabkes (1998) dan Selapakes (2007). Sederet gelar dan sertifikasi yang dimilikinya, termasuk spesialisasi Jantung, menunjukkan keahliannya di bidang medis.
Karier Mayjen Prihati Pujowaskito di lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) terbilang cemerlang dan penuh dengan penugasan di berbagai posisi strategis. Ia pernah mengabdi di Pusdikpassus dan Kopassus dalam kurun waktu 1995 hingga 2002, memegang berbagai posisi penting di unit kesehatan.
Perjalanannya terus menanjak ketika ia dipercaya mengisi sejumlah jabatan penting di institusi kesehatan TNI AD. Mulai dari Kasubdep Jantung RS Dustira Kesdam III (2007), Kadep THT Mata/Kulit RS Dustira Dam III (2010), hingga memegang posisi strategis sebagai Kepala Departemen Jantung RSPAD Gatot Soebroto pada tahun 2018. Selain aktif dalam pelayanan medis, Prihati juga berkontribusi sebagai dosen di FK Unjani Cimahi.
Pada tahun 2021, ia dimutasi menjadi Direktur Pengawasan Medik RSPAD Gatot Soebroto. Puncak kariernya di militer, sebelum didapuk memimpin BPJS Kesehatan, adalah saat ia menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Pertahanan (Unhan) terhitung sejak Juni 2023. Kini, jenderal bintang dua ini siap mengemban amanah baru sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan, menggantikan Ali Ghufron Mukti.
Kekayaan Pribadi Sang Dirut Baru Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terakhir dilaporkan pada 20 Agustus 2025, Mayjen TNI dr. Prihati Pujowaskito memiliki total kekayaan sebesar Rp7.073.749.029 atau sekitar Rp7 miliar.
Sumber kekayaan terbesarnya berasal dari aset tanah dan bangunan senilai Rp3,6 miliar, yang tersebar di beberapa wilayah seperti Kota Cimahi, Sukoharjo, dan Garut. Posisi kedua terbesar adalah kas dan setara kas yang mencapai Rp2,4 miliar.
Ia juga tercatat memiliki aset transportasi berupa mobil Hyundai Ioniq (2022) senilai Rp700 juta dan Honda Jazz CVT (2020) senilai Rp225 juta, serta harta bergerak lainnya senilai Rp100 juta.
Total keseluruhan harta kekayaannya tercatat bersih tanpa adanya hutang.
Penunjukan Mayjen Prihati Pujowaskito diharapkan membawa angin segar dan kepemimpinan yang kuat dalam pengelolaan program Jaminan Kesehatan Nasional, demi terciptanya sistem kesehatan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

