Close Menu
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

FESTIVAL LITERASI PANGKEP 2026: ADILAH NISA ARDANI SISWI SD 28 TUMAMPUA BAWAKAN PUISI “GURUKU CAHAYA DALAM SENYAP” MEMUKAU 200 PENONTON

Oktober 21, 2026

Festival Literasi Pangkep 2026: BEDA BUKU “MENULISKAN YANG LISAN” Sukses di Gelqr di Bungoro

Oktober 21, 2026

Anggaran Rp 96.085.000 Untuk Penimbunan Kuburan Laikang Ma’rang, Warga: Awasi Jangan Ada Penyimpangan

Oktober 20, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • FESTIVAL LITERASI PANGKEP 2026: ADILAH NISA ARDANI SISWI SD 28 TUMAMPUA BAWAKAN PUISI “GURUKU CAHAYA DALAM SENYAP” MEMUKAU 200 PENONTON
  • Festival Literasi Pangkep 2026: BEDA BUKU “MENULISKAN YANG LISAN” Sukses di Gelqr di Bungoro
  • Anggaran Rp 96.085.000 Untuk Penimbunan Kuburan Laikang Ma’rang, Warga: Awasi Jangan Ada Penyimpangan
  • Hadir di Festival Literasi 2026, Kasat Binmas Polres Pangkep Edukasi Pentingnya Tertib Lalin dan Taat Hukum
  • HUT HUMAS POLRI KE-75: Polres Pangkep Gelar Donor Darah
  • Cegah Kriminalitas, Polsek Ma’rang Intensifkan Patroli di Bank BRI Unit Bonto-Bonto
  • FESTIVAL LITERASI PANGKEP 2026 PECAH! DIBUKA WAKIL BUPATI, ADA KERIS RATUASAN TAHUN HINGGA BERAS MURAH KODIM
  • DUA SISWI UPT SDN 16 LAIKANG HARUMKAN NAMA SEKOLAH, RAIH JUARA 2 DAN HARAPAN 1 DI FESTIVAL LITERASI PANGKEP 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Lintas KhatulistiwaLintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Beranda » Perlakuan Tak Manusiawi di Stasiun Mandai: Warga Pangkep Kecewa, PT KAI Didesak Lakukan Evaluasi
Berita

Perlakuan Tak Manusiawi di Stasiun Mandai: Warga Pangkep Kecewa, PT KAI Didesak Lakukan Evaluasi

Muhammad Taslim.SHBy Muhammad Taslim.SHJuni 24, 2025Tidak ada komentar
Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Pangkep, – Sebuah pengalaman liburan yang seharusnya menyenangkan justru berubah menjadi mimpi buruk bagi keluarga besar Asri Sahabuddin dari Pangkajene. Rombongan yang beranggotakan 30 orang ini mengaku mendapatkan perlakuan yang dianggap tidak manusiawi dari seorang petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Stasiun Mandai, Sulawesi Selatan, pada hari kepulangan mereka.

Keluarga Asri telah dengan tertib membeli tiket resmi untuk tiga segmen perjalanan: Pangkajene–Barru, Barru–Mandai, dan Mandai–Pangkajene. Meski di awal perjalanan dari Pangkajene menuju Barru seluruh anggota keluarga terpaksa berdiri karena tidak mendapat tempat duduk, mereka berusaha menikmati liburan tersebut. “Kami tetap menikmati perjalanan, meski harus berdiri semua dari Pangkajene ke Barru. Tidak apa-apa, kami maklumi,” ujar Asri.

Namun, masalah besar terjadi saat rombongan tiba di Stasiun Mandai untuk melanjutkan perjalanan pulang. Seorang petugas KAI secara tegas menyatakan bahwa anak-anak dalam rombongan tidak memiliki tiket dan oleh karena itu tidak diizinkan naik kereta.

“Kami sudah mohon-mohon agar dibantu. Kami siap bayar berapapun syarat anak-anak kami bisa ikut pulang. Tapi petugas tetap menolak, katanya tiket sudah habis,” tutur Asri dengan nada penuh mengecewakan.

Baca Juga:  Kapolres Pangkep AKBP Muhammad Husni Ramli Hadiri "Pangkep Marching/Drum Band"

Puncak ketegangan dan kesedihan keluarga terjadi ketika petugas tersebut diduga melontarkan kata yang sangat menyakitkan: “Tidak bisa berangkat ini anak, tiket sudah habis. Simpan saja ini anak di sini.” Pernyataan ini tidak memicu reaksi keras dari keluarga Asri, yang menilai ucapan tersebut sangat tidak manusiawi, apalagi ditujukan kepada anak-anak di bawah umur.

“Bagaimana bisa anak kami diminta ditinggal di stasiun? Kami bukan tidak mau bayar, kami hanya minta solusi. Tapi malah disuruh meninggalkan anak di tempat umum. Hati kami benar-benar sakit dan kecewa,” ungkap Asri dengan nada pilu.

Kejadian ini dapat melanggar pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), sebagaimana diatur dalam Pasal 1 angka 6 UU HAM yang menyatakan pelanggaran HAM adalah perbuatan melawan hukum yang mengurangi, menghalangi, membatasi, dan mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang.

Baca Juga:  Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Edukasi Siswa Nongkrong Saat Jam Pelajaran

Setelah terjadi ketegangan dan protes dari keluarga, petugas keamanan akhirnya memberikan izin agar rombongan tersebut dapat kembali ke Pangkajene. Namun, karena sulitnya mencari alternatif transportasi dengan kondisi kereta yang sudah penuh, rombongan itu terpaksa menyewa mobil melalui aplikasi Maxim untuk pulang, meninggalkan rasa kecewa dan luka emosional yang mendalam.

Pengalaman Serupa Diaalami Legislator

Menariknya, pengalaman serupa ternyata pernah dirasakan oleh keluarga seorang Anggota DPRD Pangkep. Ia menceritakan pengalamannya saat libur Lebaran Idul Fitri lalu, di mana ia bersama istri dan empat anaknya berencana naik kereta api. Awalnya, ia hanya membeli lima tiket karena anak bungsunya belum pasti ikut. Namun, setelah anak bungsunya mendapat izin, ia memutuskan untuk berangkat ke stasiun dengan harapan bisa membeli tiket tambahan di sana.

Sesampainya di stasiun, tiket ternyata sudah habis. Ia kemudian menawarkan agar hanya anak dan istrinya yang berangkat, namun petugas menolak dengan alasan penumpang harus sesuai dengan nama di tiket. Karena tidak mungkin meninggalkan anak bungsunya sendirian, mereka pun memutuskan untuk tidak berangkat dan pulang dengan kekecewaan, meskipun ia menyadari hak petugas untuk tidak mengizinkan penumpang yang tidak terdaftar di tiket.

Baca Juga:  Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Laksanakan Patroli Dialogis di Pasar Tradisional Bonto-bonto

Keluarga besar Asri Sahabuddin mendesak pihak PT KAI untuk menanggapi kejadian ini dengan serius. Mereka menuntut adanya evaluasi mendalam terhadap kinerja petugas di lapangan, khususnya dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan anak-anak dan keluarga besar.

“Kami tidak bermaksud menyudutkan siapa pun, tapi ini harus jadi evaluasi. Jangan sampai ada keluarga lain yang mengalami hal seperti kami,” tegas Asri.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT KAI belum memberikan penjelasan resmi terkait insiden tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya profesionalisme dan empati dari para petugas pelayanan publik, serta perlunya perbaikan berkelanjutan demi mencegah terulangnya kembali pengalaman pahit seperti ini di masa mendatang.

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Muhammad Taslim.SH
  • Website

Related Posts

FESTIVAL LITERASI PANGKEP 2026: ADILAH NISA ARDANI SISWI SD 28 TUMAMPUA BAWAKAN PUISI “GURUKU CAHAYA DALAM SENYAP” MEMUKAU 200 PENONTON

Oktober 21, 2026

Festival Literasi Pangkep 2026: BEDA BUKU “MENULISKAN YANG LISAN” Sukses di Gelqr di Bungoro

Oktober 21, 2026

Anggaran Rp 96.085.000 Untuk Penimbunan Kuburan Laikang Ma’rang, Warga: Awasi Jangan Ada Penyimpangan

Oktober 20, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024

Mahfud MD: Berdemokrasi dan Menegakkan Hukum Perlu Kesabaran

Maret 14, 2023
Don't Miss

FESTIVAL LITERASI PANGKEP 2026: ADILAH NISA ARDANI SISWI SD 28 TUMAMPUA BAWAKAN PUISI “GURUKU CAHAYA DALAM SENYAP” MEMUKAU 200 PENONTON

By Muhammad Taslim.SHOktober 21, 2026

PANGKEP, SULSEL – Lintas-Khatulistiwa.com. Panggung Festival Literasi Pangkep 2026 menjadi saksi penampilan mengharukan dari seorang…

Festival Literasi Pangkep 2026: BEDA BUKU “MENULISKAN YANG LISAN” Sukses di Gelqr di Bungoro

Oktober 21, 2026

Anggaran Rp 96.085.000 Untuk Penimbunan Kuburan Laikang Ma’rang, Warga: Awasi Jangan Ada Penyimpangan

Oktober 20, 2026

Hadir di Festival Literasi 2026, Kasat Binmas Polres Pangkep Edukasi Pentingnya Tertib Lalin dan Taat Hukum

Oktober 20, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

LINTAS KHATULISTIWA
LINTAS KHATULISTIWA

Penerbit: PT Sultan Lintas Media
SK Kemenkumham Nomor: AHU-042606.AH.01.30.Tahun 2024
Nomor Induk Berusaha (NIB): 707240021485
NPWP: 21.251.427.7-809.000

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok Telegram
Our Picks

FESTIVAL LITERASI PANGKEP 2026: ADILAH NISA ARDANI SISWI SD 28 TUMAMPUA BAWAKAN PUISI “GURUKU CAHAYA DALAM SENYAP” MEMUKAU 200 PENONTON

Oktober 21, 2026

Festival Literasi Pangkep 2026: BEDA BUKU “MENULISKAN YANG LISAN” Sukses di Gelqr di Bungoro

Oktober 21, 2026

Anggaran Rp 96.085.000 Untuk Penimbunan Kuburan Laikang Ma’rang, Warga: Awasi Jangan Ada Penyimpangan

Oktober 20, 2026
Most Popular

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024
© 2026 LINTAS KHATULISTIWA by Rhynaldking.
  • Privacy Policy
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.