Lintas-Khatulistiwa.com.
PANGKEP-Memasuki musim tanam, sejumlah petani di Kabupaten Pangkep mengeluhkan ketersediaan pupuk yang mulai sulit didapatkan. Kelangkaan pupuk ini dirasakan petani sejak dua pekan terakhir.
“Salah satu warga yang tidak di sebutkan namanya cukup prihatin dengan harapan dan Do’a agar pemerintah memperhatikan kelangkaan pupuk , seorang petani di Desa , Kecamatan Labakkang menuturkan ia bersama petani lain di kampungnya sangat sulit mendapatkan pupuk jenis urea. Ia mengaku sudah mendatangi sejumlah penyalur pupuk namun tak ada yang didapatnya.
“Bahkan pupuk urea tidak tersedia, sudah dua pekan susah sekali kita dapat. Padahal sekarang ini kita sudah mau gunakan, tetapi sama sekali tidak ada yang jual,” ungkapnya.
“Ia menambahkan, saat ini petani sangat butuh pupuk untuk menyuburkan tanaman padi mereka yang jika tak dipupuk sesuai dengan umurnya tanaman akan berdampak pada hasil panen nantinya. Bahkan, bukan hanya pupuk subsidi yang saat sulit didapatkan, pupuk non subsidi pun sangat sulit didapatkan para petani saat musim tanam seperti sekarang ini.
“Kalau terlambat kita pupuk itu berdampak bagi padi juga, tanaman padi kita lamban berkembang, dan dampaknya kita bisa merugi dengan kualitas yang menurun saat musim panen nanti,” katanya.
Ia menyebut, nyaris disetiap toko yang biasanya berjualan pupuk tidak menyediakan, lantaran memang tidak adanya stok pupuk yang masuk.
“Saat ini betul-betul barangnya kosong. Susah sekali kita petani jika kondisi stok kosong,” tambahnya.Kamis,2/5/24
“Harapan para petani kepada pemerintah Daerah dan Pusat supaya hadir ditengah kelangkaan pupuk untuk memberikan solusi kepada Masyarakat terutama pada awal musim tanam seperti saat ini.” *Jurnalis-Taslim*

