LINTAS-KHATULISTIWA.COM, PANGKEP– Minggu, 9 Februari 2025 – Sebuah pemandangan memilukan terjadi di jantung Kabupaten Pangkep, sebagaimana disaksikan Lintas-Khatulistiwa.com. Dua orang anak laki-laki terlihat dengan saksama memilah-milah tempat sampah milik seorang warga, didorong oleh kebutuhan untuk menafkahi keluarga mereka. Kenyataan pahit ini menyoroti perjuangan yang dihadapi oleh Fadli dan adiknya, anak-anak yang terpaksa menjadi pencari nafkah karena keadaan yang sulit.
Sayangnya, situasi ini bukan satu-satunya. Kesulitan ekonomi dan kesulitan keluarga dapat memaksa anak-anak untuk menjalani peran yang terlalu muda untuk mereka jalani.
Fadli, seorang calon pemimpin berusia 14 tahun, dan adiknya , seorang siswa kelas empat SD 17 Minasatene, adalah wajah dari kesulitan ini. Ditemukan sedang tekun mencari bahan daur ulang di Minasatene, Kabupaten Pangkep, Fadli menjelaskan kesulitan mereka.
“Saya bekerja sebagai pemulung untuk menghidupi keluarga dan membiayai pendidikan adik saya,” Fadli bercerita, sembari mengamati dengan saksama gelas plastik yang dibuang, dengan harapan dapat menjualnya kepada seorang pengepul lokal di Minasatene.
Tinggal di Minasatene, Kec. Minasatene Kab. Pangkep, Fadli melakukan berbagai pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Istilah “tulang punggung keluarga” – tulang punggung keluarga – memiliki makna yang menyayat hati ketika diterapkan kepada para pemuda ini. Mereka memikul beban untuk menafkahi keluarga, dengan memikul tanggung jawab moral dan ekonomi.
Fadli dan saudaranya mendedikasikan liburan sekolah mereka untuk tugas penting ini, tanpa henti mengejar setiap peluang untuk memperbaiki situasi mereka.
Kedua pemuda ini menjadi cerminan kuat dari kesulitan ekonomi sehari-hari yang dihadapi banyak orang di Kabupaten Pangkep. Situasi mereka menggarisbawahi perlunya peningkatan dukungan dan perhatian dari para dermawan dan pemerintah daerah. Nasib mereka menjadi cermin, yang mendorong refleksi dan tindakan untuk memastikan bahwa anak-anak tidak dibebani dengan tanggung jawab yang seharusnya dipikul oleh orang dewasa. Ini adalah panggilan untuk bertindak, mendesak Pemerintah dan masyarakat untuk bersatu dan mendukung keluarga yang rentan, memastikan bahwa anak-anak seperti Fadli dan saudaranya dapat fokus pada pendidikan mereka dan menikmati masa kecil yang bebas dari kesulitan ekonomi.

