LINTAS-KHATULISTIWA.COM Pangkep – Kodim 1421 /Pangkep beraama Masyarakat penemuan menyedihkan mengakhiri pencarian selama 14 hari terhadap seorang pandai besi yang hilang di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Upaya kolaboratif dari Satuan Intelijen Kodim 1421 Pangkep dan penduduk setempat membuahkan hasil berupa penemuan tragis seorang pria yang meninggal dunia, yang diidentifikasi sebagai inisial (SR) yang berusia 73 tahun, di area kebun Desa Coppo Tompong, Kecamatan Mandalle Kab.Pangkep.
(SR) , seorang pandai besi, dilaporkan hilang sejak 27 Desember 2024 setelah tidak kembali dari salat Isya di masjid setempat. Putranya, Sudirman, langsung melakukan pencarian, tetapi tidak berhasil menemukan ayahnya.
Terobosan dalam kasus ini terjadi pada 9 Januari 2025 pukul 12:35 siang. Ambo Juma, warga setempat, menemukan jasad SR saat berjalan di kebunnya mencari buah sukun. Jasadnya ditemukan di antara pohon tumbang di dekatnya.
“Menurut laporan, SR hilang setelah pergi ke masjid untuk salat Isya,” kata anggota Satuan Intelijen Kodim 1421/Pangkep, Nadir. “Anaknya langsung melakukan pencarian, namun hingga hari ini belum ditemukan.”
Setelah penemuan itu, tim Inafis Polres Pangkep tiba di lokasi kejadian pada pukul 14.15 WIB untuk melakukan penyelidikan menyeluruh. Pada pukul 14.35 WIB, pihak berwajib membawa jenazah (SR ) ke rumah keluarganya di Dusun Tompong, Desa Coppo Tompong. Pihak keluarga pun mempersiapkan pemakaman yang akan dilaksanakan pada hari yang sama. Pada pukul 16.00 WIB, (SR) dimakamkan di tempat pemakaman Desa Coppo Tompong.
Berdasarkan kondisi jenazah, (SR) diduga telah meninggal sekitar 14 hari sebelum ditemukan. Pihak berwenang setempat telah mengonfirmasi bahwa keluarganya menerima keadaan tersebut dan tidak memiliki kecurigaan apa pun terkait kematian (SR).
Kasus ini saat ini tengah diselidiki oleh Kepolisian Pangkep. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kerja sama masyarakat dan dedikasi pemerintah setempat saat seseorang menghilang.
Sebelumnya diberitakan penemuan mayat Pandai besi di Coppo Tompong.

