LINTAS-KHATULISTIWA.COM PANGKEP, – Suasana duka menyelimuti Desa Pasui, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, setelah seorang warga setempat tewas tersambar petir pada Sabtu malam. Bakri, 42 tahun, petugas operasi transportasi di PT. Tupabiring, meninggal dunia saat bekerja di sawah.
Menurut keterangan saksi mata, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Bakri dikabarkan tengah menanam padi di ladangnya ketika tiba-tiba petir menyambarnya. Ia meninggal dunia di tempat kejadian.
“Saat itu beliau sedang asyik menanam padi, tiba-tiba ada petir yang menyambarnya,” kata seorang warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya. “Ia meninggal seketika.”
Tim dari media lokal segera tiba di lokasi kejadian untuk mengonfirmasi laporan tersebut. Mereka mendapati bahwa masyarakat sangat terdampak oleh kehilangan tersebut. Warga desa segera berbondong-bondong mendatangi Bakri setelah kejadian, dan menggendongnya pulang secara berkelompok.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat nyata akan bahaya yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem, khususnya selama musim hujan. Insiden ini menggarisbawahi perlunya kehati-hatian dan kewaspadaan saat bekerja di luar ruangan, khususnya di lapangan terbuka, saat badai petir terjadi.
“Ini adalah peristiwa yang sangat memilukan bagi keluarga yang ditinggalkannya,” komentar seorang warga setempat. “Terutama istrinya, Rahmatang. Dia sangat terpukul, tetapi kita harus menerima bahwa ini adalah kehendak Tuhan.”
Hilangnya Bakri telah membawa duka mendalam bagi masyarakat. Hal ini menyoroti sifat cuaca buruk yang tidak dapat diprediksi dan pentingnya mengutamakan keselamatan, mendesak masyarakat untuk mencari tempat berlindung ketika kondisi menjadi berbahaya, terutama di daerah terbuka seperti persawahan. Tragedi ini niscaya akan menjadi pelajaran yang menyakitkan bagi masyarakat Pasui saat mereka berduka atas meninggalnya Bakri.

