LINTAS-KHATULISTIWA.COM PANGKEP– Koptu Mulyadi, Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Kodim 1421/Pangkep, bersama dengan Babinkatmas Desa Mattiro Baji, melaksanakan kegiatan penting dalam rangka memperbaharui data teritorial wilayah binaan. Kegiatan ini bertempat di Kantor Desa Mattiro Baji, yang terletak di Pulau Setando, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep.Pada hari Rabu, 11 Desember 2024
Kegiatan pemutakhiran data teritorial ini dikenal dengan istilah Puldatater, yang merupakan langkah strategi untuk memperbaharui informasi mengenai wilayah binaan, potensi sumber daya, serta kondisi masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, diharapkan data yang diperoleh dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dan akurat dalam program-program pembangunan yang akan datang.

Koptu Mulyadi menyatakan, “Pemutakhiran data ini sangat penting untuk memahami lebih lanjut tentang kondisi masyarakat dan wilayah. Dengan data yang akurat, kami dapat merencanakan intervensi yang lebih efektif untuk membantu warga desa.”
Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk aparat desa dan perwakilan masyarakat yang aktif berpartisipasi dalam memberikan informasi yang diperlukan. Proses pengumpulan data mencakup aspek demografi, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat, serta potensi wilayah yang dapat dikembangkan.
Babinkatmas Desa Mattiro Baji juga menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Dengan data yang diperbarui, kita bisa lebih mudah dalam mengidentifikasi kebutuhan dan rencana pengembangan desa, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan Puldatater ini diharapkan tidak hanya sekedar formalitas, namun juga sebagai sarana untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait pembangunan di desa mereka. Dengan adanya data yang lebih baik, diharapkan program-program pemerintah dapat lebih tepat sasaran, sekaligus membangun kepercayaan kepada masyarakat aparat yang bertugas di wilayah tersebut.
Dengan langkah-langkah seperti ini, Desa Mattiro Baji diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya pemutakhiran data dan pengembangan wilayah yang berkelanjutan. Keberhasilan kegiatan ini tentu tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat dan sinergi antara aparat desa dan institusi kemiliteran yang bersinergi untuk menciptakan kondisi yang lebih baik bagi semua.

