LINTAS-KHATULISTIWA.COM PANGKEP,- Pemerintah Kabupaten Pangkep telah mencanangkan Gerakan Pangan Murah (GMP) yang bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan di wilayah tersebut. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempertahankan sasaran inflasi daerah pada tahun 2025, khususnya menjelang bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri (1446 H).
GMP yang berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis di lapangan Stadion Andi Mappe, merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten, Perum Bulog, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Menurut H. Abd Haris, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pangkep, GMP ini dibuat untuk mengantisipasi dan memitigasi potensi kenaikan harga yang biasanya terjadi menjelang bulan Ramadan. “Kami bekerja sama dengan Bulog dan sejumlah UMKM di Kabupaten Pangkep dengan tujuan mengantisipasi kenaikan harga menjelang bulan Ramadan,” kata Haris.
GMP menyediakan bahan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga subsidi. Untuk memastikan distribusi yang adil dan mencegah penimbunan, pembelian dibatasi. Khususnya, pembelian beras dibatasi 10 kg per orang.
“Saat ini beras yang kami sediakan adalah beras hasil produksi Kabupaten Pangkep,” jelas Haris, Rabu (26/2). “Kami batasi pembelian maksimal 10 kg per orang, dan minyak goreng dibatasi maksimal 2 liter per orang.”
Berikut rincian beberapa harga yang ditawarkan selama Gerakan Makanan Terjangkau:
Beras Sedang: Rp. 60.000/5kg
Minyak Goreng : Rp. 15.000/Liter
Gula Pasir: Rp. 17.500/kg
Bawang Merah : Rp. 28.000/kg
Bawang Putih : Rp. 20.000 / 1/2 kg
Asam Jawa: Rp. 13.000 / 1/2 kg
Pemerintah Kabupaten Pangkep berharap Gerakan Pangan Murah ini dapat memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan warga dan menjamin ketersediaan pangan yang terjangkau selama masa penting keagamaan. Prakarsa ini menunjukkan pendekatan proaktif dalam mengelola ketahanan pangan dan stabilitas harga di wilayah tersebut.

