LINTAS-KHATULISTIWA.COM Pangkep, 24/2/2025 – Jalan Raya Tala yang rusak parah dan tidak memiliki penerangan menyebabkan banyak korban luka-luka dan kerusakan kendaraan, sehingga menimbulkan kemarahan warga setempat yang merasa diabaikan oleh pihak berwenang. Jalan tersebut, khususnya ruas jalan dekat Madrasah Aliah Pangkep, Madrasah Tsanawiah Ma’rang, dan sepanjang jalan menuju SPBU Ma’rang di Kabupaten Pangkep Selatan, dipenuhi lubang jalan yang membahayakan, terutama pada malam hari.
Peristiwa terkini pada pukul:20: 54 kondisi yang berbahaya. Hasbi, seorang warga setempat, menderita patah tulang belakang dan cedera parah di kaki dan wajahnya setelah sepeda motornya menabrak lubang di jalan yang gelap. Menurut laporan, ia sedang dalam perjalanan dari tempat kerja untuk mengunjungi orang tuanya di Rumah Sakit Batara Siang Pangkep ketika kecelakaan itu terjadi.
“Saya tidak melihat lubang itu karena jalannya gelap dan gerimis,” kata Hasbi kepada salah satu Jurnalis.
Seorang saksi, seorang sopir truk pengangkut ayam yang mengemudi di belakang Hasbi, membenarkan parahnya situasi tersebut. Ia menyatakan bahwa Hasbi menabrak dua lubang jalan secara berurutan, yang menyebabkannya kehilangan kendali atas sepeda motornya.
Seorang Jurnalis Lintas-khatulistiwa.com yang tiba di lokasi kejadian langsung melakukan tindakan dengan memindahkan Hasbi yang terluka ke pinggir jalan dan menghubungi kepolisian setempat. Babinkantibmas Aiptu Wahyu dari Polsek Ma’rang datang untuk mengamankan lokasi kejadian dan mengoordinasikan pertolongan. Melihat luka serius yang dialami Hasbi, Jurnalis tersebut berinisiatif untuk membawanya ke Puskesmas Ma’rang.
Situasinya sudah sangat buruk sehingga warga melaporkan seringnya terjadi insiden ban pecah pada sepeda motor dan mobil. Seorang warga setempat yang tinggal di dekat daerah yang terkena dampak menyatakan, “Sudah banyak kecelakaan sepeda motor di sini, mungkin lima kali sejak malam ini. Bahkan saat kami membantu Hasbi, ada mobil lain yang bannya kempes karena lubang jalan.”
Masalah ini semakin parah karena minimnya penerangan yang memadai. Lampu jalan di area tersebut dilaporkan tidak berfungsi dalam waktu yang lama. Warga mengaku sudah berkali-kali melaporkan masalah ini ke pihak berwenang terkait, tetapi keluhan mereka tidak ditanggapi.

Meningkatnya rasa frustrasi ini telah menyebabkan munculnya tuntutan pertanggungjawaban. Warga setempat mendesak pemerintahan baru Prabowo Subianto untuk menyelidiki kelalaian lembaga pemerintah yang bertanggung jawab, mereka mengabaikan tugas mereka untuk menyediakan layanan publik dasar. Mereka berpendapat bahwa lembaga yang didanai oleh uang pembayar pajak tersebut gagal memenuhi kebutuhan kritis masyarakat.

