LINTAS-KHATULISTIWA.COM Labakkang Pangkep, Sulawesi Selatan – Sebuah bus yang melayani rute Mangkutana – Makassar mengalami kebakaran hebat di Kampung Lembang, Kelurahan Mangallekana, Kecamatan Labakkang pada Minggu (16/03/2025) dini hari. Kejadian ini mengakibatkan kerugian yang diperkirakan mencapai 1 miliar Rupiah.

Menurut keterangan Ayub Patandianan (45), sopir bus yang beralamat di BTN Batari Ugi Blok B.1 No.11, Kota Makassar, bus tersebut berangkat dari Mangkutana pada hari Sabtu, 15 Maret 2025, sekitar pukul 19.00 WITA dengan membawa empat orang penumpang. Bus bergerak dari arah utara ke selatan.
“Kami berangkat dari Mangkutana sekitar jam 7 malam dengan empat penumpang. Semua berjalan lancar hingga kami tiba di daerah Labakkang,” ujar Ayub.
Insiden nahas terjadi pada hari Minggu (16/03/2025) sekitar pukul 05.10 WITA, ketika bus tiba di Kampung Lembang. Ayub mencium bau hangus yang kuat berasal dari bagian belakang bus. Menyadari adanya masalah, Ayub dengan sigap menghentikan bus di pinggir jalan.
“Jadi saya cium bau hangus, saya langsung menepi dan turun untuk memeriksa. Ternyata api sudah menyala di bagian belakang bus,” jelas Ayub.
Melihat kobaran api yang semakin membesar, Ayub segera bertindak cepat. Ia memerintahkan seluruh penumpang untuk segera turun dan menyelamatkan diri. Beruntung, dalam peristiwa ini, seluruh penumpang dan pengemudi berhasil selamat dan tidak ada korban jiwa.
“Yang paling penting adalah menyelamatkan penumpang. Saya langsung suruh mereka selamat turun semua. Alhamdulillah semuanya,” kata Ayub dengan nada lega.
Api dengan cepat memasok seluruh bagian bus, menyebabkan kerusakan parah. Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai kurang lebih 1 miliar Rupiah. Pihak yang berwenang setempat telah tiba di lokasi kejadian untuk melakukan investigasi lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh operator transportasi untuk selalu melakukan pengecekan dan perawatan rutin terhadap armada mereka, demi keselamatan penumpang dan mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.

