LINTAS-KHATULISTIWA.COM. PANGKEP- Di era digital saat ini, interaksi antarwarga sering kali dilakukan melalui platform media sosial, termasuk WhatsApp. Meskipun memberikan kemudahan dalam berkomunikasi, komunikasi digital juga sering kali menimbulkan masalah, seperti informasi yang tersebar tidak akurat atau rumor yang dapat memicu konflik. Dalam konteks ini, Serda Asri Ahmad, seorang Babinsa dari Kelurahan Mappasaile, Kodim 1421/Pangkep, menunjukkan hal yang signifikan dalam menyelesaikan permasalahan yang muncul di masyarakat.
Baru-baru ini, Serda Asri Ahmad bersama dengan Tiga Pilar, yaitu Bhabinkamtibmas, Lurah, dan perwakilan dari Koramil, melakukan mediasi di kantor Lurah Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep. Mediasi tersebut diadakan untuk menangani isu-isu yang berkembang terkait dengan informasi yang beredar di grup WhatsApp warga.
Permasalahan ini berawal dari adanya chat yang menyebar di grup WhatsApp, yang mana banyak diantaranya berupa kabar yang tidak jelas asal-usulnya dan dapat menimbulkan kegaduhan di kalangan warga. Menyadari pentingnya menjaga ketenteraman dan kerukunan antarwarga, Serda Asri Ahmad mengambil inisiatif untuk mengadakan mediasi. Dengan kedekatannya dengan masyarakat, ia berusaha menjembatani komunikasi antarwarga dan memberikan pemahaman yang benar tentang situasi yang dihadapi.
Dalam mediasi tersebut, Serda Asri tidak hanya berperan sebagai fasilitator, namun juga sebagai pendengar yang baik. Ia mendengarkan keluh kesah warga, memberikan penjelasan terkait fakta yang ada, serta mendorong masyarakat untuk menyaring informasi yang diterima sebelum menyebarkannya. Selain itu, Serda Asri juga menggandeng pihak kepolisian dan pemerintah desa/Lurah dalam memberikan arahan dan edukasi kepada masyarakat mengenai etika berkomunikasi di media sosial.
Kegiatan mediasi ini diartikan oleh warga sebagai langkah yang sangat positif dalam menangani isu yang sensitif ini. Banyak warga yang merasakan manfaat dari adanya dialog terbuka yang dilaksanakan, sebab hal ini memungkinkan mereka untuk saling bertukar pandangan dan memperkuat rasa kebersamaan. Dengan pendekatan yang humanis dan terbuka, Serda Asri berhasil meredakan ketegangan di masyarakat dan mendorong mereka untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Kegiatan seperti ini tidak hanya penting dalam menyelesaikan masalah yang ada, tetapi juga menjadi contoh nyata dari peran aktif TNI dalam membantu masyarakat dan memperkuat hubungan antara pemerintah, TNI, dan Polri dalam menjaga keamanan serta melindungi masyarakat. Harapannya, ke depan, kegiatan mediasi seperti ini dapat menjadi rutin dilakukan untuk mencegah munculnya konflik di masyarakat yang disebabkan oleh penyebaran informasi yang tidak benar.
Dengan demikian, keberadaan Serda Asri Ahmad dan Tiga Pilar di tengah-tengah masyarakat Kelurahan Mappasaile tidak hanya sebagai petugas penegak hukum atau keamanan, tetapi juga sebagai mediator, educator, dan sahabat bagi warga. Melalui tindakan nyata ini, mereka menunjukkan bahwa kedamaian dan keharmonisan di masyarakat merupakan tanggung jawab bersama.

