Close Menu
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

April 30, 2026

Ketum LMP Arsyad Cannu: perayaan May Day di berbagai belahan dunia menjadi refleksi bersama antara pemerintah

April 30, 2026

May Day 2026 di Indonesia: Gelombang Aspirasi Buruh untuk Keadilan Sosial dan Agenda Pembangunan Berkelanjutan

April 30, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Amankan May Day 2026, Polda Sulsel Siagakan 2.181 Personel Gabungan dalam Operasi Kontingensi Aman Nusa I
  • Ketum LMP Arsyad Cannu: perayaan May Day di berbagai belahan dunia menjadi refleksi bersama antara pemerintah
  • May Day 2026 di Indonesia: Gelombang Aspirasi Buruh untuk Keadilan Sosial dan Agenda Pembangunan Berkelanjutan
  • Polsek Ma’rang Sambut Penilaian Lomba Satkamling Polres Pangkep
  • Sidang Perdana Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Motif “Dendam Pribadi” dan Penolakan TAUD
  • Bhabinkamtibmas Ma’rang Sambangi Pelajar Nongkrong, Tekankan Hindari Tawuran dan Kenakalan Remaja
  • Kapolda Sulsel terima Penghargaan IKPA T.A 2025 Peringkat I dari Kapolri, wujud komitmen pengelolaan anggaran yang profesional dan akuntabel
  • Dari Sambau untuk Negeri, Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Kawal Program Ketahanan Pangan Nasional
Facebook X (Twitter) Instagram
Lintas KhatulistiwaLintas Khatulistiwa
Demo
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Beranda » Edan,Ketika Kebohongan bersemi di tanah kekuaasaan
Info Desa

Edan,Ketika Kebohongan bersemi di tanah kekuaasaan

Muhammad Taslim.SHBy Muhammad Taslim.SHApril 10, 2025Updated:Oktober 23, 2025Tidak ada komentar
Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

LINTAS-KHATULISTIWA.COM. Laikang,Kab.Pangkep., Kamis, 10 April 2025 – Bait-bait puisi berjudul “Edan” seolah menggurat potret memotret sebuah realita yang mungkin (atau bahkan sedang) kita hadapi. Kata “Edan” sendiri, dalam bahasa Indonesia, memiliki arti gila, sinting, atau tidak waras. Puisi ini tidak hanya menggambarkan kegilaan individu, melainkan kegilaan sistemik yang merasuki sendi-sendi kekuasaan, melahirkan kebiadaban, dan menindas kemanusiaan.

Puisi ini dibuka dengan gambaran yang kuat: “Kebohongan Bergelantungan di Langit Kekuasaan, Jatuh Kebumi Menderas Kejahatan.” Baris ini menyiratkan bahwa dokumenter bukan lagi hal tersembunyi, melainkan fenomena lazim yang bahkan dipertontonkan oleh mereka yang memegang tampuk kekuasaan. Kebohongan ini kemudian menjelma menjadi hujan deras kejahatan, membasahi bumi dan menenggelamkan kebenaran.

Baca Juga:  Pemantauan Penerimaan Insentif di Desa Baring oleh Babinsa

Kemudian, kita disuguhkan dengan potret orang-orang yang “Ramai Mengusung Kepalsuan, Dada Membusung Umbar Kemunafikan.” Mereka, para pemangku kepentingan, justru memamerkan kepalsuan dan kemunafikan. Ketidakjujuran ini bukan lagi aib yang disembunyikan, melainkan lencana yang dikenakan dengan bangga.

Lebih jauh lagi, puisi ini menyinggung tentang “Kebiadaban Kian Berkelanjutan, Pengkhianatan Terus Membonceng Kehormatan.” Kekejaman seolah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sistem. Pengkhianatan, yang seharusnya menjadi aib, justru menumpang di atas kehormatan, merusak makna integritas sejati.

“Memperkosa Perbedaan, Menuntut Persamaan, Sikap Kritis Menuai Penjara dan Kematian,” menjadi kritik pedas terhadap otoritarianisme. Perbedaan, yang seharusnya dirayakan sebagai kekayaan, justru ditindas. Kritisime, yang seharusnya menjadi pengawas kekuasaan, dibungkam dengan kekerasan, bahkan hingga menghilangkan nyawa.

Baca Juga:  Inspirasi: Pelajaran tentang Kesabaran dan Iman dari Pengemudi Bentor

Puisi ini juga menyoroti praktik korupsi dan kesewenang-wenangan. “Jabatan Kerap Tampil Urakan, Kebijakan Memakan Korban Melulu, Kekayaan Dipupuk Serampangan, Tertib Mengelola Perampasan dan Perampokan.” Kekuasaan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, kebijakan hanya menguntungkan segelintir orang, dan kekayaan negara dijarah tanpa rasa malu.

Akhirnya, puisi ini ditutup dengan gambaran ironis: “Panggung Istana Ceria Menutupi Kehinaannya, Kelainan Jiwa Tampil Penuh Kebanggaan, Lelaki Perempuan Samar Berdandan, Entah Kenikmatan Entah Kesakitan.” Istana, yang seharusnya menjadi simbol negara dan keagungan, justru menjadi panggung sandiwara yang menutupi kebusukan di dalamnya. Moralitas runtuh, identitas kabur, dan kenikmatan bercampur aduk dengan penderitaan.

Baca Juga:  DAPUR JAKARTA: Surga Ayam Goreng di Laikang

Puisi “Edan” bukan sekedar rangkaian kata-kata indah. Ia berkata hati-hati, sebuah refleksi kritis terhadap kondisi sosial dan politik yang sedang tidak baik-baik saja. Ia adalah panggilan untuk bertindak, untuk melawan ketidakadilan dan ketidakadilan, untuk memperjuangkan kebenaran dan kemanusiaan. Pertanyaannya, apakah kita akan terus membiarkan kegilaan ini merajalela, ataukah kita akan bersama-sama berjuang untuk mengembalikan kewarasan?

Penulis: Taslim Al Fakir

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Muhammad Taslim.SH
  • Website

Related Posts

Kepala Desa Sita Bantuan Alat Pertanian dari Petani Milenial di Bone.

April 8, 2025

Inspirasi: Pelajaran tentang Kesabaran dan Iman dari Pengemudi Bentor

Maret 18, 2025

Tebar Cinta Al Quran: Bhabinkamtibmas Polsek Pangkajene Bagikan Al Quran Kepada Guru Mengaji di Bulan Suci Ramadhan

Maret 5, 2025
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024

Mahfud MD: Berdemokrasi dan Menegakkan Hukum Perlu Kesabaran

Maret 14, 2023
Don't Miss
Berita

By Muhammad Taslim.SHApril 30, 2026

*Amankan May Day 2026, Polda Sulsel Siagakan 2.181 Personel Gabungan dalam Operasi Kontingensi Aman Nusa…

Ketum LMP Arsyad Cannu: perayaan May Day di berbagai belahan dunia menjadi refleksi bersama antara pemerintah

April 30, 2026

May Day 2026 di Indonesia: Gelombang Aspirasi Buruh untuk Keadilan Sosial dan Agenda Pembangunan Berkelanjutan

April 30, 2026

Polsek Ma’rang Sambut Penilaian Lomba Satkamling Polres Pangkep

April 30, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: info@example.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok Telegram
Our Picks

April 30, 2026

Ketum LMP Arsyad Cannu: perayaan May Day di berbagai belahan dunia menjadi refleksi bersama antara pemerintah

April 30, 2026

May Day 2026 di Indonesia: Gelombang Aspirasi Buruh untuk Keadilan Sosial dan Agenda Pembangunan Berkelanjutan

April 30, 2026
Most Popular

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024
© 2026 LINTAS KHATULISTIWA by WEBPro.
  • Privacy Policy
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.