LINTAS-KHATULISTIWA.COM | Bogor, 1 Februari 2015 – Hari terakhir Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Bogor dimanfaatkan secara istimewa oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI). Bertempat di Lapangan Tembak Pistol Bayu Aji dan Mirwariyadin, Batalyon 13 Grup 1 Kopassus, para peserta retret berkesempatan mengikuti latihan menembak yang bertujuan memberikan pemahaman fundamental mengenai senjata api dan standar keselamatan yang krusial bagi para pewarta.
Kegiatan yang berlangsung Minggu (1/2) ini mendapat sambutan antusias dari para wartawan yang hadir.
Sebelum memegang senjata, seluruh peserta telah dibekali dengan pengarahan mendalam dan pengenalan teknik dasar menembak oleh para pelatih TNI yang berpengalaman. Dengan pengawasan ketat, para jurnalis diajarkan postur, cara memegang senjata, membidik, hingga tindakan pencegahan keselamatan yang mutlak harus dipatuhi.

Dalam sesi latihan praktik, para wartawan berkesempatan menggunakan pistol G2 Combat, sebuah produk kebanggaan industri pertahanan dalam negeri dari PT Pindad.
Semangat dan antusiasme terlihat jelas dari raut wajah para peserta saat mereka mencoba mengaplikasikan teori yang telah diberikan. Latihan ini bukan sekadar simulasi, melainkan sebuah upaya strategis Kemenhan RI untuk membekali para insan pers dengan pengetahuan praktis yang dapat mendukung kelancaran tugas jurnalistik mereka.
Kemenhan RI menekankan bahwa pembekalan ini krusial dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas jurnalistik yang profesional, aman, dan bertanggung jawab. Terlebih lagi, para wartawan seringkali dituntut untuk meliput informasi dari berbagai lini, termasuk di area latihan militer, zona konflik, atau wilayah lain yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai senjata dan prosedur keselamatan, diharapkan para wartawan dapat meminimalkan potensi bahaya yang mungkin mereka hadapi dalam menjalankan profesinya.

Partisipasi Kemenhan RI dalam retret PWI ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun sinergi yang kuat dengan media, serta upaya nyata dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapan para jurnalis dalam menghadapi tantangan tugas di lapangan.

