PANGKEP – Dunia pendidikan di Kabupaten Pangkep terlintas skandal menerpa Kepala Sekolah SMPN 1 Mandalle, Amr. Amr didakwa telah mengirim pesan cabul kepada seorang staf perempuan yang sudah bersuami. Informasi ini muncul setelah salah seorang keluarga korban membagikan informasi melalui WhatsApp pada Jumat, 13 Juni 2025.
Dugaan seperti ini bukan kali pertama mencuat. Sumber-sumber mengklaim bahwa dugaan pelanggaran yang dilakukan kepala sekolah tersebut sudah lama disangka oleh sejumlah guru di sekolah tersebut.
Situasi menjadi semakin mendalam ketika suami korban secara tidak sengaja mengakses akun WhatsApp istrinya pada hari Minggu, 8 Juni 2025, saat istrinya sedang mencuci pakaian. Ia terkejut saat mengungkap serangkaian pesan eksplisit antara istrinya dan Kepala Sekolah Amr.
Marah dengan penemuan itu, sang suami menemui istrinya dan meminta untuk menghubungi Amr. Tanpa rasa curiga, Amr mendatangi rumah pasangan itu, di mana ia dihadapkan dengan konfrontasi yang sengit.
Suami korban dengan tegas menuntut agar pelaku ditindak tegas. Ia berpendapat bahwa Kepala Sekolah Amr sudah tidak layak lagi menduduki jabatan pendidik, apalagi kepala sekolah.
Informasi ini disampaikan oleh suami keluarga di salah satu Warkop di kota Pangkep, Jumat, 21 Juni 2025. Terkuaknya dugaan perbuatan tak senonoh ini disebut-sebut bukan kali pertama. Sumber tersebut mengatakan bahwa perilaku menyimpang oknum kepala sekolah itu sudah lama tercium dan diendus oleh beberapa tenaga pengajar di lingkungan sekolah.
Hal yang menjadi perhatian utama adalah tanggapan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep. Menurut suami korban, tindakan yang dilakukan Dinas Pendidikan selama ini belum memadai dan belum memberikan hasil yang memuaskan.
Kepala sekolah telah mewawancarai kedua pihak yang terlibat. Pihak kepolisian bersama Kepala Divisi SMP dan pengawas sekolah menemui suami korban guna mendengar keterangan Saksi. Dinas tersebut juga bertemu dengan Kepala Sekolah.
Informasi yang dikumpulkan dari kedua belah pihak akan disampaikan kepada tim evaluasi kinerja pemerintah daerah Pangkep untuk dibahas. Departemen akan mengeluarkan surat resmi, dan kasus akan diproses sesuai prosedur yang berlaku.
Namun, suami korban tetap tidak puas. “Saya tidak akan merasa tenang sampai Kepala Sekolah itu pindah dari sekolah ini,” ungkapnya, kemarahannya mencerminkan kekecewaan yang mendalam atas lambatnya respons dari pihak yang berwenang.
Saat Media mengkomfirmasi kepada Kepsek Mandalle bahwa Kadis lgsug telpon kemarin dan Suruh menghadap langsung beliau. Hari itu juga lgsug bertemu Pengawas, Kabid, sekretaris, dan Kadis. Saya datang menjelaskan kronologis dan kejadian. KLH itu semua TDK benar dan murni kesalahpahaman. Bhkn sy jg SDH DTG minta maaf pagi itu sama pk Sumardi. Beliau faham dan mengerti, jadi sy menganggap masalah kesalahpahaman itu SDH selesai. Mkaxa kmi semua heran kenapa tiba2 ada berita seperti itu.
Kasus ini kini menjadi perhatian serius. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pangkep diharapkan dapat mengambil tindakan tegas untuk menegakkan integritas sektor pendidikan, memberikan keadilan bagi korban, dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan. Masyarakat mengharapkan adanya transparansi dan ketegasan dalam penanganan kasus ini, dengan harapan dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh warga pendidikan di Kabupaten Pangkep.

