Makassar, Sulawesi Selatan – Beredarnya video dan foto yang dinarasikan sebagai “Prajurit TNI tak bisa membaca” di media sosial Facebook menuai keresahan di kalangan masyarakat. Publik kini mendesak Kodam XIV/Hasanuddin untuk segera memberikan klarifikasi resmi terkait kebenaran gambar dan video tersebut.
Video yang diunggah oleh akun Facebook bernama BERITA KOTA MAKAS… / Bang Ipul Ipul dan akun *Konten AI – Zhie Alh Whi pada Sabtu (01/11/2026) tersebut menampilkan seorang pria berseragam loreng TNI sedang mengeja buku di hadapan beberapa anggota TNI lainnya.
Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan narasi provokatif:
“PRAJURIT TNI TAK BISA MEMBACA VIRAL DI MEDSOS DIDUGA DI SULSEL, NETIZEN PERTANYAKAN KELULUSAN: KOK BISA YAH KETERIMA JADI TENTARA”
“Viral! Diduga Oknum TNI Tak Bisa Baca Sama Sekali Tapi Lolos jadi Prajurit TNI, Komandan Langsung Kaget”
Postingan tersebut dengan cepat menyebar dan dipelintir di berbagai grup Facebook, WhatsApp dan TikTok, dengan tambahan buku yang diduga mirip buku belajar TK / kelas NOL.
Publik Nilai Pencemaran Nama Baik TNI
Sejumlah warga Sulawesi Selatan menilai narasi tersebut sangat meresahkan, menyesatkan dan mencoreng nama baik Tentara Nasional Indonesia (TNI) di seluruh Nusantara.
Masyarakat menilai, tidak mungkin seorang prajurit TNI lolos seleksi tanpa bisa membaca, karena dalam proses rekrutmen TNI terdapat tahapan tes akademik, psikologi, dan administrasi yang sangat ketat.
“Sepertinya informasi ini tidak benar, banyak yang pelintir. Ini tentara yang sedang mengajari membaca, bukan tidak bisa membaca. Ini akun palsu,” ujar salah seorang warga yang mengadukan postingan tersebut.
Warga juga mencurigai gambar tersebut adalah hasil editan atau konten AI, mengingat dalam salah satu postingan tertera label “Konten AI” serta penggunaan stiker dan teks bombastis yang tidak lazim digunakan oleh media resmi.
Dua Tuntutan Publik:
1. Mendesak Kodam XIV/Hasanuddin untuk Klarifikasi
Publik meminta Penerangan Kodam (Pendam) XIV/Hasanuddin segera memberikan klarifikasi resmi untuk menjelaskan konteks sebenarnya dari foto/video tersebut – apakah merupakan kegiatan belajar mengajar Babinsa dalam program pemberantasan buta aksara, pembinaan personel, atau memang konten hoaks.
2. Mendesak Polda Sulsel Usut Tuntas Akun Penyebar Publik juga meminta Direktorat Siber Polda Sulsel untuk segera turun tangan mengusut dan menindak tegas akun-akun yang menyebarkan informasi bohong tersebut. Akun-akun tersebut dinilai telah melakukan pencemaran nama baik, disinformasi, dan meresahkan publik, yang dapat dijerat dengan UU ITE.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kodam XIV/Hasanuddin maupun Polda Sulsel terkait kebenaran video tersebut. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dan tidak ikut menyebarkan video tersebut sebelum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang.
*mbauan: Saring sebelum sharing. Percayakan informasi terkait TNI hanya dari sumber resmi: Kodam XIV/Hasanuddin, Puspen TNI, dan TNI AD.

