Makassar, 9 November 2025, Balita mungil asal Makassar ini, yang telah sepekan menghilang dari pelukan orang tuanya, akhirnya ditemukan. Namun, kelegaan itu terbungkus dalam cerita yang begitu kelam, sebuah perjalanan mimpi buruk yang berakhir di jantung rimba Provinsi Jambi.
Bilqis, yang diculik pada Minggu, 2 November 2025, saat bermain di Taman Pakui, Makassar, ditemukan pada Sabtu malam, 8 November 2025, pukul 20.00 WIB, di kawasan Suku Anak Dalam (SAD), tepatnya di SPE Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Jambi. Perjalanan sekian jauh itu dilatari oleh motif yang paling mengerikan: penjualan manusia. Senilai Rp 80 juta, senyum polos Bilqis terpaksa diperdagangkan.
Penyelamatan ini merupakan buah kerja keras tim gabungan yang tak kenal lelah. Friday, 7 November 2025, pukul 13.00 WIB, di wilayah Jalan H Bakri, Koto Tinggi, Sungai Penuh, Jambi, dua pelaku utama, Mery Ana dan Ade Friyanto Syaputera, berhasil ditangkap oleh tim gabungan Polda Jambi. Interogasi yang dilakukan setelah penangkapan menjadi kunci utama. Dari mulut mereka, terungkap keberadaan Bilqis yang tak terduga.

“Kemudian kita telusuri dan melakukan pendekatan terhadap temenggung (tetua adat Suku Anak Dalam) untuk mengembalikan Bilqis,” ujar Kasat Reskrim Polres Merangin, Iptu Eka Putra Yuliesman Koto, melalui pesan singkat pada Minggu, 9 November 2025. Pendekatan yang hati-hati dan penuh penghormatan kepada adat Suku Anak Dalam akhirnya berbuah manis. Bilqis berhasil diamankan dan dibawa ke Polda Jambi untuk kemudian segera diserahkan kepada Polres Makassar.
Kronologi pengungkapan kasus: Ketika orang tua Bilqis tengah asyik bermain tenis di Taman Pakui pada Minggu, 2 November 2025, sekitar pukul 10.00 WITA, dunia mereka runtuh saat menyadari Bilqis tak lagi terlihat. Laporan segera dibuat ke Polrestabes Makassar.
Penyelidikan awal di Makassar membuahkan hasil dengan penangkapan pelaku pertama. Namun, penyelidikan lebih lanjut membuka tabir yang lebih luas. Ternyata, Bilqis telah dipindahkan tangan, dijual ke Yogyakarta. Tim Satreskrim Polrestabes Makassar tak gentar, bergerak cepat ke Yogyakarta dan kembali berhasil menangkap pelaku berikutnya. Namun, kisah pelarian Bilqis belum usai. Ia kembali berpindah tangan, kali ini ke tangan Ade Friyanto dan Mery Ana di Jambi.
Berbekal informasi yang terus berkembang dan berkesinambungan, tim Satreskrim Polrestabes Makassar berkoordinasi erat dengan Polda Jambi. Koordinasi inilah yang akhirnya membawa mereka ke Polres Kerinci, tempat penangkapan kedua pelaku terakhir dilakukan.
Iptu DS Sitinjak, Kepala Seksi Humas Polres Kerinci, mengonfirmasi bahwa korban ditemukan dalam kondisi selamat. Meskipun telah melalui rentetan peristiwa yang mencekam, senyum Bilqis kembali bersinar, menghapus trauma yang mungkin tertinggal. Seluruh pihak yang terlibat, baik pelaku maupun saksi, kini sedang menjalani pemeriksaan mendalam untuk mengungkap seluruh rangkaian kejahatan ini.”Pungkasnya.

