Lintas-Khatulistiwa.com | Pangkep – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Muhidin, R., S.Hut., M.M memberikan klarifikasi mendalam terkait keluhan sejumlah petani mengenai kelangkaan pasokan pupuk yang belakangan mencuat. Klarifikasi ini disampaikan kepada awak media di ruang kerjanya, kantor Dinas Pertanian Pangkep, pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Muhidin menjelaskan bahwa situasi yang dihadapi saat ini merupakan bagian dari dinamika penyaluran pupuk yang masih mengacu pada sistem tahun anggaran. “Pada bulan Januari ini, proses distribusi masih dalam tahap pengiriman ke seluruh distributor,” ujar Muhidin.
Ia menambahkan bahwa kendala ini berdasarkan laporan dari lapangan dan grup komunikasi, dan fenomena serupa terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Menurutnya, di Kabupaten Pangkep, persoalan ini muncul bertepatan dengan jadwal pemupukan tanaman padi yang serentak, sehingga kebutuhan pupuk meningkat secara bersamaan.
“Sementara itu, stok di distributor masih terbatas karena proses pengiriman belum sepenuhnya selesai. Beberapa distributor bahkan masih kosong stoknya,” terangnya.
Sebagai contoh, di Kecamatan Marang, Segeri,Mandalle yang berada di bawah naungan distributor Pedagang Pengusaha Indonesia (TPI), stok pupuk hingga saat ini masih kosong. “Informasi di lapangan, pupuk dari PT PPI masih dalam proses pengapalan dari Bontang dan baru dapat dikirim dari Makassar menuju kantor setelah sekitar 2 3 hari,” papar Muhidin.
Sementara itu, distributor PT Batara masih memiliki stok urea sebanyak 2.487 ton yang siap disalurkan, namun masih menunggu proses administrasi kepengurusan pengecer. Untuk pupuk Phonska, stok di seluruh distributor masih kosong dan diperkirakan akan kembali normal dalam satu hingga tiga minggu ke depan.
Bukan Kelangkaan, Melainkan Kendala Teknis Distribusi
Lebih lanjut, Muhidin menegaskan bahwa persoalan ini bukanlah kelangkaan pupuk, melainkan murni kendala teknis distribusi. Ia mengutip jaminan dari pemerintah pusat, melalui Presiden dan Menteri Pertanian, bahwa ketersediaan pupuk nasional dalam kondisi aman, bahkan harga pupuk saat ini cenderung menurun.
“Kendala utama adalah faktor cuaca di bulan Januari yang menghambat transportasi laut, sehingga pengiriman pupuk terlambat,” tambahnya.
Untuk itu, ia menghimbau para penyuluh pertanian agar lebih proaktif mendampingi petani, terutama dalam hal penyaluran pupuk. Penyuluh diharapkan menjadi penghubung utama antara petani dan Dinas Pertanian agar keluhan di lapangan dapat segera ditangani dan dilaporkan.
Muhidin berharap dengan penguatan koordinasi dan pendampingan ini, sektor pertanian di Kabupaten Pangkep akan semakin berkembang dan mampu mendukung program nasional swasembada pangan serta kedaulatan pangan.
Klarifikasi Tambahan dari Komisi II DPRD Pangkep
Menyikapi isu yang sama, pada Sabtu, 10 Januari 2026, Komisi II DPRD Pangkep melalui H. Lutfi Hanafi, juga memberikan klarifikasi Ke dinas “Alhamdulillah, info pupuk petani kita dalam perjalanan. Sabar ki nah,” tulisnya, menginformasikan bahwa pasokan tengah dalam proses pengiriman.
Ia menambahkan, untuk distributor di Pangkajene, Misten, Bungoro, Balocci, Tondong Tallasa, dan Labakkang, pada hari itu baru diambil di Barru (gudang PT Pupuk Indonesia) sebanyak 100 ton untuk pupuk NPK dan Urea.

