Lintas-khatulistiwa.com. Tabo-Tabo, Kec. Bungoro, Kab. Pangkep – Pada Rabu, 20 November 2024, Peltu Ihwal Alit Asikin, Bintara Pembina Desa Tabo-Tabo dari Kodim 1421/Pangke, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial dengan masyarakat Kampung Salomettie. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara aparat militer dan masyarakat sekaligus memberikan pesan penting terkait kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem di musim penghujan.
Dalam kesempatan tersebut, Peltu Alit secara langsung berinteraksi dengan warga sekitar, mendengarkan aspirasi dan keluhan yang mereka sampaikan. Kegiatan komunikasi sosial ini bukan sekedar formalitas, tetapi lebih untuk membangun rasa kebersamaan dan kepercayaan antara TNI dan masyarakat.
Pentingnya Kewaspadaan di Musim Penghujan
Musim penghujan di wilayah ini menjadi perhatian khusus, terutama mengenai potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Dalam dialognya, Peltu Alit menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan kewaspadaan warga desa dalam menghadapi cuaca yang tidak disebutkan. Beberapa himbauan yang disampaikan meliputi:
Pengenalan Tanda-Tanda Cuaca Buruk :
Warga diingatkan untuk selalu memperhatikan perubahan cuaca, agar dapat mengambil tindakan cepat jika terjadi hujan deras yang berpotensi menyebabkan bencana.

Babinsa Penguatan Wawasan Lingkungan :
Ditekankan perlunya menjaga kebersihan lingkungan, termasuk saluran air, untuk mencegah terjadinya genangan yang dapat berisonan menjadi banjir saat hujan deras.
Kesiapsiagaan Kebencanaan :
Peltu Alit mengajak masyarakat untuk selalu siap siaga dengan memiliki rencana darurat jika terjadi bencana. Hal ini penting agar semua anggota keluarga dapat bergerak cepat dan aman saat kondisi darurat terjadi.
Prajurit Harus Peka Terhadap Situasi Desa
Selain himbauan terkait cuaca, Peltu Alit juga mendorong masyarakat untuk lebih peka terhadap situasi di lingkungan sekitar. Ini termasuk saling membantu satu sama lain, terutama pada saat situasi darurat. Keberadaan tim relawan yang siap membantu selama masa bencana sangat dianjurkan.
Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan produktif di Desa Tabo-Tabo. Melalui komunikasi sosial ini, Peltu Alit berharap agar warga dapat lebih memahami betapa pentingnya kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga ketahanan desa.
Dengan semangat saling bahu-membahu, diharapkan masyarakat Desa Tabo-Tabo dapat lebih waspada dan siap menghadapi berbagai kemungkinan yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem. Kegiatan komunikasi sosial ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran bersama untuk menciptakan desa yang aman dan berdaya saing. Keberlanjutan dari program ini juga akan menjadi salah satu fokus TNI dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah binaan.

