Lintas-Khatulistiwa.com | PANGKEP – Di tengah fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sulawesi Selatan, Pimpinan Redaksi Lintas Khatulistiwa.com, Muhammad Taslim, S.H., bersama Forum Jurnalis Pangkep (FJP) mengambil langkah proaktif dengan turun langsung ke lapangan.
Aksi ini bukan sekadar tugas peliputan rutin, melainkan upaya nyata untuk memotret realitas di balik kelangkaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) yang belakangan ini meresahkan masyarakat.
Muhammad Taslim, S.H., menegaskan bahwa di situasi krusial seperti saat ini, jurnalis tidak boleh hanya berpangku tangan di balik meja. Kehadiran awak media di tengah masyarakat sangat penting untuk menyerap aspirasi sekaligus menguji fakta yang terjadi di lapangan.
“Jurnalis seyogianya hadir di tengah masyarakat. Kami tidak hanya meliput, tapi juga mendengar langsung keluhan warga. Tujuannya agar informasi yang dipublikasikan benar benar berimbang dan akurat,” ujar Taslim di sela sela pemantauan di salah satu titik SPBU.
Lebih lanjut, Taslim menekankan bahwa publikasi yang dihasilkan dari tinjauan langsung ini diharapkan dapat menjadi masukan konstruktif bagi pemerintah. Ia berharap, dari pemberitaan yang berbasis fakta lapangan, pihak terkait dapat segera mengambil langkah taktis dan memberikan solusi konkret atas kelangkaan BBM yang terjadi di wilayah Sulawesi Selatan.
“Jurnalis harus memiliki keberanian untuk turun ke lapangan. Ini adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ketika masyarakat mengalami kesulitan, jurnalis harus menjadi penyambung lidah agar masalah tersebut segera mendapatkan perhatian dari pengambil kebijakan,” tegasnya.(13/9/2016)
Melalui aksi ini, Muhammad Taslim sekaligus ingin membuktikan bahwa jurnalisme yang baik dan berkualitas hanya bisa lahir dari proses verifikasi di lapangan, bukan sekadar kutipan dari meja redaksi.”Tutupnya.
Forum Jurnalis Pangkep pun berkomitmen untuk terus mengawal isu ini hingga distribusi BBM kembali lancar dan keresahan masyarakat dapat teratasi.

