Close Menu
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Moh. Suhud H, SE. Terima Mandat Pembentukan AMPETRA Pangkep, Target Pengukuhan Oktober 2026

Agustus 31, 2026

Memukau! Tarian Jala Meriahkan Puncak Ramah Tamah HUT RI ke 81 di Laikang

Agustus 30, 2026

Meriah! Malam Ramah Tamah Ikatan Pemuda Laikang Rayakan HUT RI Ke 81 dengan Semangat Nasionalisme

Agustus 30, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Moh. Suhud H, SE. Terima Mandat Pembentukan AMPETRA Pangkep, Target Pengukuhan Oktober 2026
  • Memukau! Tarian Jala Meriahkan Puncak Ramah Tamah HUT RI ke 81 di Laikang
  • Meriah! Malam Ramah Tamah Ikatan Pemuda Laikang Rayakan HUT RI Ke 81 dengan Semangat Nasionalisme
  • Ikatan Pemuda Laikang Gelar Jalan Santai Bertabur Hadiah Bersama Artis Lokal dan Ruslin Community
  • Kebakaran Landa Kampung Tellang Tellang, Lurah Ma’rang dan Damkar Berjuang Padamkan Api hingga Larut Malam
  • Sinergi TNI Polri dan Warga Berhasil Jinakkan Kebakaran Lahan di Perbatasan Punranga Alesipitto
  • Lahan di Perbatasan Punranga dan Alesipitto Terbakar, Sinergi Aparat dan Warga Berhasil Jinakkan Api
  • Ikatan Pemuda Laikang Gelar “Jalan Santai 2026”, Hadirkan Cindy Wilona & Andini Barbiee dengan Doorprize Sepeda Listrik
Facebook X (Twitter) Instagram
Lintas KhatulistiwaLintas Khatulistiwa
Demo
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Beranda » Dua Jenis Pemburu Senyap yang Ditakuti KKB: Elang Hitam dan DID 3.11
Berita

Dua Jenis Pemburu Senyap yang Ditakuti KKB: Elang Hitam dan DID 3.11

Muhammad Taslim.SHBy Muhammad Taslim.SHOktober 25, 2025Tidak ada komentar
Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta-, Ketika bayangan itu melintas di atas hutan Papua yang lebat, dengungan pelan yang tak terdeteksi oleh telinga biasa seketika menyebarkan kegelisahan. Bagi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), penampakan dua jenis pesawat tak berawak di udara adalah sinyal bahaya paling menakutkan, memicu kepanikan dan membuat mereka lari tunggang-langgang mencari perlindungan. Bukan tanpa alasan, dua “mata elang” di langit ini bukan sekadar pengintai; mereka adalah pemetaan intelijen berjalan dan potensi ancaman tempur yang mematikan.

Indonesia, dengan tekad kuat untuk mandiri dalam pertahanan, kini memiliki armada Pesawat Udara Nirawak (UAV) canggih buatan dalam negeri yang mampu mengubah medan perang modern. Dua di antaranya, yang paling menonjol dan ditakuti KKB karena kemampuan pemetaan intelijen serta operasi tempur, adalah Elang Hitam dan DID 3.11.

Elang Hitam: Sang Penjaga Langit Jarak Jauh (PTDI) Dijuluki sebagai Medium Altitude Long Endurance (MALE) UAV, Elang Hitam adalah proyek kebanggaan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang dirancang untuk misi pengawasan dan intelijen tingkat tinggi.

Kemampuan Pemetaan Intelijen yang Komprehensif: Mampu terbang hingga 24 jam non-stop dengan jangkauan 250 km pada ketinggian operasional 20.000 kaki, Elang Hitam dapat memantau area yang sangat luas secara terus-menerus. Sensor canggihnya mampu mengumpulkan data visual, termal, dan sinyal yang sangat detail, memungkinkan tim intelijen memetakan posisi KKB, jalur pergerakan, hingga lokasi persembunyian dengan akurasi tinggi.

Baca Juga:  Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2023-2028

Potensi Operasi Tempur: Salah satu aspek yang paling membuat KKB gentar adalah kemampuan Elang Hitam untuk dipersenjatai. Ini berarti, setelah memetakan target secara intelijen, drone ini tidak hanya akan melapor, tetapi juga berpotensi untuk melancarkan serangan presisi, mengubahnya dari pengawas menjadi pemburu mematikan.


DID 3.11: Multifungsi untuk Misi Krusial (PT Len Industri) UAV DID 3.11 dari PT Len Industri adalah contoh lain dari kemandirian teknologi Indonesia. Drone ini dirancang untuk berbagai misi, dengan fokus kuat pada penginderaan, pemetaan, pengawasan, dan yang paling penting, operasi tempur.

Pemetaan Akurat untuk Tindakan Cepat: Dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 45%, DID 3.11 menunjukkan kapabilitas Indonesia dalam menghasilkan teknologi tempur. Kemampuan penginderaan dan pemetaannya sangat penting untuk misi taktis, memungkinkan pasukan di darat untuk memiliki gambaran medan yang jelas dan terkini.

Ancaman Tempur Langsung: Berbeda dengan drone pengintai murni, DID 3.11 secara eksplisit disebut memiliki fungsi operasi tempur. Ini berarti drone ini dapat digunakan tidak hanya untuk mencari, tetapi juga untuk menyerang target yang teridentifikasi, memberikan respons cepat dan efektif terhadap ancaman.

Baca Juga:  Mantan Panglima TNI Moeldoko Preman berkedok ormas : "Basmi Mereka!"

Mengapa KKB Lari Kocar-kacir?

Kehadiran Elang Hitam dan DID 3.11 di udara adalah mimpi buruk nyata bagi KKB karena beberapa alasan:

Kehilangan Tempat Persembunyian: Kemampuan pemetaan intelijen yang tanpa henti membuat tidak ada lagi tempat yang benar-benar aman. Setiap pergerakan, setiap kamp sementara, setiap jalur logistik kini berpotensi terekam dan dianalisis.

Ancaman Serangan Presisi: Dengan data pemetaan yang akurat, pasukan keamanan dapat merencanakan operasi penindakan yang jauh lebih efektif dan presisi, secara signifikan mengurangi risiko bagi personel dan meningkatkan peluang keberhasilan.

Tekanan Psikologis Berkelanjutan: Kehadiran drone yang tidak terlihat namun terus-menerus mengawasi menciptakan tekanan psikologis yang intens. KKB tahu bahwa “mata” di langit bisa melihat segalanya, kapan saja.

Risiko Rendah bagi Operator: Karena sifatnya nirawak, misi pengintaian dan potensial tempur dapat dilakukan tanpa membahayakan nyawa prajurit di garis depan.

Selain dua primadona di atas, inovasi lain dari Pussenarmed TNI AD untuk mendukung modernisasi alutsista dan drone amfibi SCO1 dari Pus Penerbal TNI AL, yang dapat lepas landas dan mendarat di air maupun darat, juga memperkaya kemampuan pengintaian dan dukungan tempur Indonesia.

Belajar dari yang Terbaik: Pesawat Tanpa Awak Israel sebagai Inspirasi

Baca Juga:  TNI-Polri Solid: Babinkamtibmas dan Babinsa Menyatukan Warga Desa di Kampung Sambau, Pangkep

Untuk memahami sejauh mana potensi teknologi UAV, kita bisa melihat contoh dari Israel, salah satu negara terkemuka dalam pengembangan drone canggih.

Elbit Hermes 900: Mirip dengan konsep MALE, Hermes 900 mampu terbang lebih dari 30 jam untuk misi pengintaian, pengawasan, dan bahkan relai komunikasi, membawa sensor canggih, radar, dan peralatan intelijen elektronik.

IAI Heron TP (Eitan): Merupakan drone long-endurance untuk pengintaian jarak jauh dan pengawasan udara dalam, mampu membawa berbagai sensor dan muatan serangan, dilengkapi sistem navigasi canggih dan kemampuan lepas landas/mendarat otomatis.

Hermes 450 (Zik): Digunakan untuk pengintaian dan pengawasan taktis, mampu terbang lebih dari 20 jam.

RA-01: Diduga drone siluman, digunakan untuk misi pengintaian di wilayah yang tidak dapat diakses.

Pengembangan UAV di Indonesia, terutama Elang Hitam dan DID 3.11, menunjukkan visi yang sejalan dengan standar global dalam memanfaatkan teknologi nirawak untuk keamanan nasional. Kemampuan mereka dalam pemetaan intelijen dan operasi tempur bukan hanya alat pertahanan, tetapi juga penentu game dalam menjaga kedaulatan dan keamanan di wilayah-wilayah yang sulit, membuat KKB tidak lagi bisa bersembunyi dan beroperasi dengan leluasa. Ini adalah langkah maju yang signifikan bagi TNI dalam modernisasi alutsista dan kemandirian pertahanan.

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Muhammad Taslim.SH
  • Website

Related Posts

Moh. Suhud H, SE. Terima Mandat Pembentukan AMPETRA Pangkep, Target Pengukuhan Oktober 2026

Agustus 31, 2026

Memukau! Tarian Jala Meriahkan Puncak Ramah Tamah HUT RI ke 81 di Laikang

Agustus 30, 2026

Meriah! Malam Ramah Tamah Ikatan Pemuda Laikang Rayakan HUT RI Ke 81 dengan Semangat Nasionalisme

Agustus 30, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024

Mahfud MD: Berdemokrasi dan Menegakkan Hukum Perlu Kesabaran

Maret 14, 2023
Don't Miss

Moh. Suhud H, SE. Terima Mandat Pembentukan AMPETRA Pangkep, Target Pengukuhan Oktober 2026

By Muhammad Taslim.SHAgustus 31, 2026

PANGKEP – Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) akan segera memiliki wadah resmi bagi para pelaku…

Memukau! Tarian Jala Meriahkan Puncak Ramah Tamah HUT RI ke 81 di Laikang

Agustus 30, 2026

Meriah! Malam Ramah Tamah Ikatan Pemuda Laikang Rayakan HUT RI Ke 81 dengan Semangat Nasionalisme

Agustus 30, 2026

Ikatan Pemuda Laikang Gelar Jalan Santai Bertabur Hadiah Bersama Artis Lokal dan Ruslin Community

Agustus 30, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: info@example.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok Telegram
Our Picks

Moh. Suhud H, SE. Terima Mandat Pembentukan AMPETRA Pangkep, Target Pengukuhan Oktober 2026

Agustus 31, 2026

Memukau! Tarian Jala Meriahkan Puncak Ramah Tamah HUT RI ke 81 di Laikang

Agustus 30, 2026

Meriah! Malam Ramah Tamah Ikatan Pemuda Laikang Rayakan HUT RI Ke 81 dengan Semangat Nasionalisme

Agustus 30, 2026
Most Popular

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024
© 2026 LINTAS KHATULISTIWA by WEBPro.
  • Privacy Policy
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.