Lintas-Khatulistiwa.com – Makassar,3/3/2025. Gelombang teror panah kembali menerjang Sulawesi Selatan, dengan insiden terpisah di Kabupaten Maros dan Kota Makassar yang mengakibatkan dua orang terluka. Korban termasuk seorang Kepala Dusun dan seorang polisi.
Di Kabupaten Maros, S (43), seorang kepala dusun, mengalami luka di pelipisnya setelah terkena anak panah pada Sabtu, 1 Maret 2025, sekitar pukul 23.30 waktu setempat. Peristiwa itu terjadi di Jl Damai Ongkoe, Desa Tellupoccoe, Kecamatan Marusu.
Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Maros, Iptu Aditya Pandu, para pelaku diduga tiga orang yang berboncengan sepeda motor. “Awalnya mereka melepaskan anak panah ke arah sekelompok anak yang sedang berkeliaran di sekitar lokasi, namun tidak ada yang kena,” kata Iptu Pandu.
Para tersangka kemudian melanjutkan perjalanan melalui sebuah gang, berhenti di sebuah rumah, dan melepaskan anak panah lagi yang mengenai pelipis kanan korban. Usai melakukan penyerangan, ketiga tersangka melarikan diri ke arah perbatasan kota Maros-Makassar.
Polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengidentifikasi para pelaku. Iptu Pandu menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan kejadian serupa kepada pihak berwajib. Kepolisian Maros juga mengimbau masyarakat untuk bekerja sama menjaga keamanan, terutama pada malam hari. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut dan polisi berjanji akan menyeret para pelaku ke pengadilan.
Sementara itu, di Makassar, seorang anggota Polsek Pelabuhan Makassar menjadi korban geng motor saat hendak pulang usai melaksanakan tugas pengamanan di bulan suci Ramadan.
“Korban saat itu sedang dalam perjalanan pulang untuk beristirahat. Bripda MR baru saja selesai melaksanakan tugas jaga malam sebagai antisipasi datangnya bulan Ramadan,” jelas Restu dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 2 Maret 2025.
“Pagi itu korban sedang melintas di jalan dan tak sengaja berpapasan dengan iring-iringan geng motor,” urainya.
Saat sedang dalam perjalanan, Bripda MR tiba-tiba diserang oleh salah satu anggota geng motor. Korban sedang mengendarai sepeda motornya saat diserang.
“Salah satu anggota konvoi melepaskan anak panah yang mengenai lengan korban hingga menyebabkan luka panah,” ungkap Restu.
Restu menyatakan bahwa korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Polisi telah membentuk tim khusus untuk mengejar para pelaku penyerangan.
“Beberapa saksi mata telah diperiksa, dan rekaman CCTV di daerah sekitar sedang diperiksa untuk melacak pelaku,” katanya.
Polisi juga meningkatkan pengamanan selama bulan Ramadan dengan mengerahkan personel tambahan. Restu memastikan personelnya akan berpatroli di waktu-waktu rawan mulai sore hingga pagi atau setelah sahur.
Langkah ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sehingga dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh ketaqwaan dan tanpa rasa khawatir,” kata Restu
Kapolres Metro Makassar Kombes Pol Arya Perdana membenarkan kejadian tersebut dengan mengatakan, “Benar, kejadian itu terjadi pada pagi Ditambahkannya, “Korban hendak pulang usai melaksanakan tugas korban terkena panah dilengan oleh sekelompok pemuda yang mengendarai sepeda motor tanpa alasan yang jelas.”

