LINTAS-KHATULISTIWA.COM PANGKEP– Pada tanggal 22 Desember 2024, cuaca tidak bersahabat melanda Kampung Jennae, Kelurahan Kassi, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. Banjir yang melanda kawasan tersebut mengancam keselamatan banyak orang, termasuk sekelompok mahasiswa baru dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin Makassar yang sedang melaksanakan program Bina Karya. Dalam situasi genting ini, panggilan Pertiwi mengarahkan langkah Serda Haerul, seorang Babinsa yang siap menjawab tantangan dalam menceritakan sebagai prajurit Sapta Marga.
Serda Haerul yang merupakan anggota Kodim 1421/Pangkep tidak ragu untuk terjun ke lapangan ketika perintah datang. Tugasnya adalah mengevakuasi pelajar-mahasiswa yang terjebak dalam banjir yang menggenangi kampung tersebut. Dengan sigap, Serda Haerul menyiapkan semua keperluan dan peralatan untuk evakuasi. Keberanian dan dedikasinya terhadap tugas mulia ini mencerminkan semangat prajurit Sapta Marga yang selalu siap melindungi dan mengabdi pada masyarakat.

Perjalanan menuju lokasi evakuasi tidaklah mudah. Dengan arus Air yang deras dan kondisi cuaca yang tidak menentu, Serda Haerul dan timnya harus berjuang melawan rintangan. Namun, semangat dan keteguhan hati para prajurit menjadi pendorong utama dalam menjalankan misi ini. Mereka berkoordinasi dengan perangkat desa dan pihak universitas untuk memastikan keselamatan mahasiswa serta mendengarkan petunjuk mengenai lokasi-lokasi yang terdampak parah.
Berbekal alat sederhana dan semangat kolektif, Serda Haerul berhasil membawa satu per satu siswa keluar dari lokasi banjir. Momen emosional terjadi ketika Mahasiswa tersebut diselamatkan dan selamat sampai di tempat yang lebih aman, yaitu kantor Kelurahan Kassi. Senyuman dan ucapan terima kasih dari mereka menjadi penghargaan tak ternilai bagi Serda Haerul dan tim.

Evakuasi ini bukan hanya sekedar tugas bagi Serda Haerul, namun juga menunjukkan betapa pentingnya keterlibatan masyarakat dalam situasi krisis. Kerjasama antara aparat keamanan, pemerintah setempat, dan masyarakat sangat berperan dalam menyelamatkan nyawa dan mengatasi dampak bencana. Kegiatan Bina Karya Mahasiswa, yang bertujuan untuk memberi manfaat bagi masyarakat, pada akhirnya menggugah solidaritas dan semangat gotong royong dalam menghadapi bencana.
Kisah Serda Haerul dan evakuasi siswa di tengah banjir adalah mengingatkan akan pentingnya kesiapan dan tanggap darurat dalam situasi bencana. Dengan semangat Sapta Marga yang mengedepankan pengabdiannya kepada masyarakat, para prajurit seperti Serda Haerul akan selalu siap menjawab panggilan Pertiwi, kapanpun dan di mana pun. Dalam setiap tantangan, rasa kemanusiaan dan kepedulian akan selalu menjadi landasan utama dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan bersama.

