LINTAS-KHATULISTIWA.COM. MAKASSAR – Pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya, kita merayakan Hari Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD). Tahun ini, Pangdam XIV/Hsn bersama Keluarga Besar Kodam XIV/Hsn mengucapkan: “Dirgahayu Ke-63 Korps Wanita Angkatan Darat” dengan semangat “Kowad Bersama Rakyat Siap Mendukung TNI Prima untuk Indonesia Maju”. Momen peringatan ini bukan sekedar seremonial, namun merupakan pengakuan terhadap kontribusi perempuan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Sejarah KOWAD tak terlepas dari perjalanan panjang para pahlawan wanita Indonesia yang berjuang demi kemerdekaan. Dalam konteks ini, Korps Wanita Angkatan Darat merupakan organisasi perempuan yang bernaung dalam TNI Angkatan Darat, dengan tugas utama menjaga keamanan dan mempertahankan negara. Tokoh di balik gagasan KOWAD adalah Kolonel dr. Soemarno Sosroatmodjo, yang pada tahun 1959 memperkenalkan ide penggunaan tenaga militer perempuan dalam TNI. Gagasan ini disampaikan pada Musyawarah Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan mendapatkan dukungan dari berbagai tokoh, termasuk Presiden Sukarno.
Pengakuan hukum atas keberadaan KOWAD ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan Men/Pangad pada tanggal 21 Desember 1960, yang secara resmi mendirikan Korps Wanita Angkatan Darat. Tujuan dari pendirian ini adalah untuk memberdayakan perempuan anggota TNI, sekaligus mengakui bahwa perjuangan untuk kemerdekaan tidak bisa dipisahkan dari peran perempuan.
Pada awalnya, KOWAD berfokus pada tugas-tugas non-tempur, seperti merawat tentara yang sakit, menjahit seragam, dan membuat dapur umum. Hal ini sejalan dengan pandangan saat itu yang beranggapan bahwa perempuan lebih cocok untuk menjalankan peran yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Namun seiring perkembangan zaman, peran KOWAD pun semakin beragam dan strategis, mencakup berbagai bidang yang mendukung efisiensi serta efektivitas TNI.
Perubahan yang signifikan terjadi pada tanggal 23 April 1966, ketika Markas Kowad diubah menjadi Pusat Korps Wanita Angkatan Darat (Puskowad), menandai pengakuan formal atas pentingnya peran perempuan dalam militer. Peringatan Hari Korps Wanita Angkatan Darat setiap tahunnya menjadi momentum untuk mengapresiasi kontribusi perempuan dalam berbagai aspek pertahanan negara dan menegaskan bahwa perempuan memiliki kemampuan yang setara dengan pria dalam menjaga keutuhan negara.

Melalui perjalanan panjang KOWAD, kita dapat melihat bahwa perempuan tidak hanya sebagai pendukung, tetapi juga sebagai penggerak dalam upaya menjaga keamanan dan perlindungan negara. Diharapkan, dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya peran perempuan di TNI, Hari Korps Wanita Angkatan Darat ini dapat memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat untuk mendukung emansipasi perempuan dan kontribusinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam semangat Hari KOWAD yang ke-63, mari kita bersama-sama menghargai dan mendukung peran perempuan di segala lini, karena Indonesia maju adalah Indonesia yang melibatkan semua pihak tanpa kecuali. Dirgahayu KOWAD!

