Lintas Khatulistiwa.com (Melihat Dunia Lebih Dekat)

Kepala-kepala-Kepala Desa Biringere Muh. Sawir mengadakan sosialisasi konsumsi B2SA bersama dinas ketahanan pangan dan Kesehatan serta dinas terkait di Baruga Desa Biringere Kec. Bungoro,Kab. Pangkep pada hari kamis,27/6/2024.
“Muh. Sawir mengucapkan terima kasih sebelumnya kepada Dinas Ketanahan Pangan Provinsi Sulsel Drs. Andi Muh. Arsyad.M.Si dan dinas terkait yang hadir pada hari ini kami mengucapkan selamat datang pak, di Desa kami beginilah kondisi desa kami dan kami juga berharap support dan dukungan baik dari provinsi maupun Pusat untuk menciptakan atau memberikan pembinaan masyarakat yang sehat di tengah-tengah masyarakat desa kami.” Imbuhnya

“Bahwa terkait kegiatan program Beragam’-Bergisi-Seimbang dan Aman (B2SA) ini,kami melaksanakan sampai kepada pemberian yang ke-17, izin juga menyampaikan bahwa pemerintah kab. Pangkep sangat menggalakkan salah satu program Stunting kerja atau arahan yang diberikan, Alhamdulillah ini baru 2 tahun pertama di tahun 2020 sebanyak 32 %, dan Alhamdulillah dengan berbagai kolaborasi yang kita lakukan dengan seluruh stakeholder yang ada dinas kesehatan Puskesmas Kecamatan Bungoro Kab. Pangkep termasuk intervensi yang kami lakukan sekarang dari tahun 2023 menjadi 23 % dan Alhamdulillah untuk untuk tahun 2024 ini dengan semangat seluruh di desa Biringere menjadi 19 % orang anak Stunting kami komitmen bahwa dengan mengoptimalkan bagaimana dana desa yang kami diberikan yang ada di desa ini ,kami melakukan pembinaan-

pembinaan sehingga tercipta masyarakat yang sehat cerdas untuk kelangsungan hidup.
“Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Selatan Andi Arsyad menyampaikan kepada seluruh masyarakat Kab. Pangkep Khususnya Desa Biringere Pangkep bahwa ,apa yang di lakukan oleh kepala Desa dan kita lakukan di sini bisa menjadi contoh ya bagi desa-desa lain yang masih cukup tinggi hingga 30% dan target nasional kita 14 , Nah kita usahakan ini saja jangan Ki berhenti di sini artinya ini yang ke-19 % bisa sampai ke-5 itu kita berharap bahwa ini nanti akan membangun kesadaran kultur kebiasaan kita untuk bagaimana hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan. inilah pemahaman yang perlu kita pahami karena Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan dikenal sebagai penghasil beras terbesar di Sulsel.”tutupnya

