Pangkep – Di tengah semarak pesta pernikahan yang menggetarkan Kampung Tebbangeng, Desa Punranga, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, pada Senin malam, bukan hanya alunan musik ‘cayya-cayya’ dan tawa riang warga yang memenuhi udara. Ada pula kehadiran menenangkan dari seragam cokelat kepolisian, yang kali ini bukan hanya sebagai penjaga keamanan, namun juga bagian tak terpisahkan dari tradisi komunal: Tudang Sipulung.
Kediaman Bapak Puang Dotto menjadi saksi bisu perayaan cinta yang semarak. Ratusan tamu memadati lokasi, berbagi kebahagiaan, dan menikmati hidangan. Di antara keramaian tersebut, Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang, Aipda H. Abdul Rasid, terlihat aktif berinteraksi. Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan representasi nyata dari komitmen Polri untuk selalu berada di tengah masyarakat, bahkan dalam momen paling personal sekalipun.
Dengan senyum ramah, Aipda Rasid berkoordinasi dengan tuan rumah, memastikan setiap sudut acara aman dan tertib. Imbauan ringan namun penting disampaikan kepada para tamu: “Mari kita jaga bersama ketertiban dan keamanan. Hindari hal-hal yang dapat memicu keributan, agar kebahagiaan malam ini tetap sempurna hingga akhir.” Pesan yang merangkul, bukan sekadar perintah, menciptakan suasana aman tanpa mengurangi euforia pesta.
Tradisi ‘Tudang Sipulung’, sebuah kearifan lokal Bugis Makassar yang berarti ‘duduk bersama untuk menyambung silaturahmi’, menjadi inti dari interaksi sosial malam itu. Ini adalah momen di mana komunitas berkumpul, berbagi cerita, mempererat ikatan kekeluargaan dan persahabatan. Ketika seorang anggota Polri turut ‘Tudang Sipulung’, makna yang tersirat jauh melampaui tugas pengamanan. Ini adalah simbol penerimaan, kepercayaan, dan kepolisian yang membumi, memahami serta menghargai adat istiadat setempat.
Bhabinkamtibmas Aipda H. Abdul Rasid tidak hanya mengawasi, namun ia benar-benar menyatu dalam kebersamaan tersebut. Kehadirannya memberikan rasa aman yang mendalam, mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, dan memastikan seluruh rangkaian acara berjalan kondusif hingga selesai.
Filosofi Kapolsek Ma’rang: Kehadiran yang Menenangkan
Di tempat terpisah, Kapolsek Ma’rang, AKP Hj. Rahmania, S.Sos, selalu menekankan filosofi ini kepada seluruh personelnya, khususnya para Bhabinkamtibmas. “Bhabinkamtibmas harus selalu hadir di tengah kegiatan masyarakat,” ujarnya lugas. “Kehadiran polisi bukan hanya untuk pengamanan, tetapi juga memberikan rasa tenang serta mencegah potensi gangguan keamanan.”
Menurut AKP Hj. Rahmania, langkah preventif melalui sambang dan imbauan kamtibmas adalah fondasi utama dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif. Ini bukan tentang menunggu kejahatan terjadi, melainkan aktif membangun jembatan kepercayaan yang mencegahnya sejak awal.
Apa yang dilakukan Aipda H. Abdul Rasid di Kampung Tebbangeng adalah cerminan visi kepolisian modern: bukan hanya penindak, melainkan juga pelindung, pengayom, dan bagian integral dari pembangunan sosial masyarakat. Di setiap ‘Tudang Sipulung’, di setiap tawa dan cengkrama, Polsek Ma’rang menegaskan komitmennya: menjaga stabilitas kamtibmas bukan hanya dengan kekuatan, tetapi juga dengan hati, kebersamaan, dan rasa memiliki. Karena keamanan sejati lahir dari kemitraan yang kuat antara polisi dan warganya.

