Close Menu
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kapolda Sulsel Siapkan Diklat Sadar Diri bagi Pelaku Perkelahian Kelompok: “Tahu-Tahu Diklat, Tahu-Tahu Sadar Diri

Oktober 22, 2026

Cegah Gangguan Kamtibmas, Kanit Reskrim Polsek Ma’rang Bersama Anggota Piket Laksanakan Patroli

Oktober 22, 2026

GERINDRA PEDULI: H. Kamrussamad Serap Aspirasi 300 Warga Laikang, Talaka – Ma’rang Pangkep

Oktober 22, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kapolda Sulsel Siapkan Diklat Sadar Diri bagi Pelaku Perkelahian Kelompok: “Tahu-Tahu Diklat, Tahu-Tahu Sadar Diri
  • Cegah Gangguan Kamtibmas, Kanit Reskrim Polsek Ma’rang Bersama Anggota Piket Laksanakan Patroli
  • GERINDRA PEDULI: H. Kamrussamad Serap Aspirasi 300 Warga Laikang, Talaka – Ma’rang Pangkep
  • Serap Aspirasi di Talaka Ma’rang, Anggota DPR RI H. Kamrussamad Janji Kawal Bantuan Nelayan hingga Sekolah Rakyat
  • SDN 16 Laikang Borong 3 Piala di Festival Anak Shalehah 2026
  • H. Mantiri Mashud Hadade, SH: Dari Kursi DPRD Menuju Panggung Pilkada Pangkep 2029
  • KENAPA BUKAN KOMANDAN KESATUAN YANG MENYERAHKAN JENAZAH PRATU ANDI SYARIF BUGIS?
  • Kapolsek Ma’rang Bersama Anggota Kumpul dengan Masyarakat, Wujudkan Polri yang Dekat dan Humanis
Facebook X (Twitter) Instagram
Lintas KhatulistiwaLintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Beranda » Edan,Ketika Kebohongan bersemi di tanah kekuaasaan
Info Desa

Edan,Ketika Kebohongan bersemi di tanah kekuaasaan

Muhammad Taslim.SHBy Muhammad Taslim.SHApril 10, 2025Updated:Oktober 23, 2025Tidak ada komentar
Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

LINTAS-KHATULISTIWA.COM. Laikang,Kab.Pangkep., Kamis, 10 April 2025 – Bait-bait puisi berjudul “Edan” seolah menggurat potret memotret sebuah realita yang mungkin (atau bahkan sedang) kita hadapi. Kata “Edan” sendiri, dalam bahasa Indonesia, memiliki arti gila, sinting, atau tidak waras. Puisi ini tidak hanya menggambarkan kegilaan individu, melainkan kegilaan sistemik yang merasuki sendi-sendi kekuasaan, melahirkan kebiadaban, dan menindas kemanusiaan.

Puisi ini dibuka dengan gambaran yang kuat: “Kebohongan Bergelantungan di Langit Kekuasaan, Jatuh Kebumi Menderas Kejahatan.” Baris ini menyiratkan bahwa dokumenter bukan lagi hal tersembunyi, melainkan fenomena lazim yang bahkan dipertontonkan oleh mereka yang memegang tampuk kekuasaan. Kebohongan ini kemudian menjelma menjadi hujan deras kejahatan, membasahi bumi dan menenggelamkan kebenaran.

Baca Juga:  Pawai Porseni SMA Negeri 2 Pangkep: Serka Burhan, Babinsa Baring Memantau Kegiatan Pelajar

Kemudian, kita disuguhkan dengan potret orang-orang yang “Ramai Mengusung Kepalsuan, Dada Membusung Umbar Kemunafikan.” Mereka, para pemangku kepentingan, justru memamerkan kepalsuan dan kemunafikan. Ketidakjujuran ini bukan lagi aib yang disembunyikan, melainkan lencana yang dikenakan dengan bangga.

Lebih jauh lagi, puisi ini menyinggung tentang “Kebiadaban Kian Berkelanjutan, Pengkhianatan Terus Membonceng Kehormatan.” Kekejaman seolah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sistem. Pengkhianatan, yang seharusnya menjadi aib, justru menumpang di atas kehormatan, merusak makna integritas sejati.

“Memperkosa Perbedaan, Menuntut Persamaan, Sikap Kritis Menuai Penjara dan Kematian,” menjadi kritik pedas terhadap otoritarianisme. Perbedaan, yang seharusnya dirayakan sebagai kekayaan, justru ditindas. Kritisime, yang seharusnya menjadi pengawas kekuasaan, dibungkam dengan kekerasan, bahkan hingga menghilangkan nyawa.

Baca Juga:  Inspirasi: Pelajaran tentang Kesabaran dan Iman dari Pengemudi Bentor

Puisi ini juga menyoroti praktik korupsi dan kesewenang-wenangan. “Jabatan Kerap Tampil Urakan, Kebijakan Memakan Korban Melulu, Kekayaan Dipupuk Serampangan, Tertib Mengelola Perampasan dan Perampokan.” Kekuasaan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, kebijakan hanya menguntungkan segelintir orang, dan kekayaan negara dijarah tanpa rasa malu.

Akhirnya, puisi ini ditutup dengan gambaran ironis: “Panggung Istana Ceria Menutupi Kehinaannya, Kelainan Jiwa Tampil Penuh Kebanggaan, Lelaki Perempuan Samar Berdandan, Entah Kenikmatan Entah Kesakitan.” Istana, yang seharusnya menjadi simbol negara dan keagungan, justru menjadi panggung sandiwara yang menutupi kebusukan di dalamnya. Moralitas runtuh, identitas kabur, dan kenikmatan bercampur aduk dengan penderitaan.

Baca Juga:  Kepala Desa Sita Bantuan Alat Pertanian dari Petani Milenial di Bone.

Puisi “Edan” bukan sekedar rangkaian kata-kata indah. Ia berkata hati-hati, sebuah refleksi kritis terhadap kondisi sosial dan politik yang sedang tidak baik-baik saja. Ia adalah panggilan untuk bertindak, untuk melawan ketidakadilan dan ketidakadilan, untuk memperjuangkan kebenaran dan kemanusiaan. Pertanyaannya, apakah kita akan terus membiarkan kegilaan ini merajalela, ataukah kita akan bersama-sama berjuang untuk mengembalikan kewarasan?

Penulis: Taslim Al Fakir

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Muhammad Taslim.SH
  • Website

Related Posts

Kepala Desa Sita Bantuan Alat Pertanian dari Petani Milenial di Bone.

April 8, 2025

Inspirasi: Pelajaran tentang Kesabaran dan Iman dari Pengemudi Bentor

Maret 18, 2025

Tebar Cinta Al Quran: Bhabinkamtibmas Polsek Pangkajene Bagikan Al Quran Kepada Guru Mengaji di Bulan Suci Ramadhan

Maret 5, 2025
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024

Mahfud MD: Berdemokrasi dan Menegakkan Hukum Perlu Kesabaran

Maret 14, 2023
Don't Miss
Berita

Kapolda Sulsel Siapkan Diklat Sadar Diri bagi Pelaku Perkelahian Kelompok: “Tahu-Tahu Diklat, Tahu-Tahu Sadar Diri

By Muhammad Taslim.SHOktober 22, 2026

Sulawesi Selatan,- Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., menyiapkan langkah…

Cegah Gangguan Kamtibmas, Kanit Reskrim Polsek Ma’rang Bersama Anggota Piket Laksanakan Patroli

Oktober 22, 2026

GERINDRA PEDULI: H. Kamrussamad Serap Aspirasi 300 Warga Laikang, Talaka – Ma’rang Pangkep

Oktober 22, 2026

Serap Aspirasi di Talaka Ma’rang, Anggota DPR RI H. Kamrussamad Janji Kawal Bantuan Nelayan hingga Sekolah Rakyat

Oktober 22, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

LINTAS KHATULISTIWA
LINTAS KHATULISTIWA

Penerbit: PT Sultan Lintas Media
SK Kemenkumham Nomor: AHU-042606.AH.01.30.Tahun 2024
Nomor Induk Berusaha (NIB): 707240021485
NPWP: 21.251.427.7-809.000

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok Telegram
Our Picks

Kapolda Sulsel Siapkan Diklat Sadar Diri bagi Pelaku Perkelahian Kelompok: “Tahu-Tahu Diklat, Tahu-Tahu Sadar Diri

Oktober 22, 2026

Cegah Gangguan Kamtibmas, Kanit Reskrim Polsek Ma’rang Bersama Anggota Piket Laksanakan Patroli

Oktober 22, 2026

GERINDRA PEDULI: H. Kamrussamad Serap Aspirasi 300 Warga Laikang, Talaka – Ma’rang Pangkep

Oktober 22, 2026
Most Popular

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024
© 2026 LINTAS KHATULISTIWA by Rhynaldking.
  • Privacy Policy
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.