TELUK BINTUNI, Lintas-Khatulistiwa.com. Setelah penjelasan perwakilan Brigif 26 Teluk Bintuni beredar luas di media sosial, muncul satu pertanyaan besar dari publik yang ramai di kolom komentar.
Kenapa bukan Komandan Kesatuan (Danyon / Danbrigif) yang menyerahkan jenazah dan meminta maaf langsung kepada keluarga? Kenapa hanya diwakilkan kepada Pasintel?
Pertanyaan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen dan keluarga besar masyarakat Maluku di Bintuni. Pasalnya, dalam tradisi militer, penyerahan jenazah prajurit yang gugur adalah momen sakral yang biasanya dipimpin langsung oleh Komandan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan penghormatan terakhir.
Menjawab Kegelisahan Publik, Ada Beberapa Penjelasan yang Dapat Ditarik dari Pernyataan Pasintel Sendiri:
1. Kasus Sudah Diambil Alih Pusat, Komandan Fokus Pada Proses Investigasi
Dalam video tersebut, Pasintel menegaskan bahwa seluruh kasus sudah dilimpahkan ke tim investigasi dari pusat dan sudah dimonitor langsung oleh Kasad dan Panglima. Artinya, Komandan Satuan di tingkat Brigif saat ini posisinya sedang fokus mengawal dan menyiapkan segala kebutuhan tim investigasi yang ada di Bintuni, sehingga menunjuk perwakilan resmi.
2. Pasintel Adalah Juru Bicara Resmi Kesatuan*
Secara struktur organisasi TNI AD, Perwira Seksi Intelijen (Pasintel) adalah pejabat yang memang ditunjuk sebagai juru bicara dan penyampai informasi resmi kesatuan, terutama untuk kasus-kasus yang bersifat sensitif dan masih dalam proses hukum. Apa yang disampaikan Pasintel adalah atas nama dan seizin Komandan Brigif.
Seperti yang ia sampaikan: _”Dari Komandan Brigif menyampaikan salam untuk seluruh masyarakat Maluku yang ada di Bintuni.”_
3. Menghindari Konflik Emosional di Lapangan
Penyerahan jenazah dengan latar belakang kematian yang masih menjadi tanda tanya adalah situasi yang sangat rawan emosi. Penunjukan perwira menengah diharapkan bisa menjaga suasana tetap kondusif, agar prosesi pelepasan jenazah tetap berjalan khidmat.
Namun, Harapan Publik Tetap Sama:
Meski secara prosedur penjelasan Pasintel dapat dipahami, publik menilai kehadiran Komandan secara langsung di hadapan keluarga duka akan memiliki makna yang jauh lebih dalam.
Kehadiran Komandan secara langsung dianggap sebagai:
Bentuk Tanggung Jawab Moral Penuh: Menunjukkan bahwa pimpinan tidak lepas tangan terhadap anggotanya.
Bentuk Empati dan Penghormatan Tertinggi:* Memberikan penghormatan terakhir secara langsung kepada prajuritnya yang gugur.
Meredam Spekulasi: Kehadiran pucuk pimpinan bisa meredam isu liar dan menunjukkan transparansi total bahwa tidak ada yang ditutup-tutupi.
Publik kini menunggu, apakah setelah prosesi penyerahan jenazah ini, Komandan Brigif 26 Teluk Bintuni akan menemui langsung keluarga almarhum di kampung halaman atau memberikan pernyataan resmi lanjutan terkait hasil investigasi dari pusat.
Kita semua berharap tabir kematian Prajurit Pratu Andi Syarif Bugis ini bisa segera terang benderang dan keluarga mendapatkan keadilan.

