Lintas-Khatulistiwa.com | JAKARTA – Dalam upaya mempererat hubungan diplomatik dan ekonomi antar kedua negara, Anggota DPR RI sekaligus pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, H. Kamrussamad, Ph.D., menerima kunjungan delegasi Financial Economic Affairs Committee of the National People’s Congress (NPC) Tiongkok. (14/5).
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat diplomasi parlemen yang berfokus pada kolaborasi jangka panjang.
Dalam pertemuan tersebut, H. Kamrussamad menegaskan bahwa DPR RI terus mendorong penguatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Tiongkok. Fokus utama dari dialog ini mencakup sektor sektor vital seperti investasi, pembiayaan infrastruktur, hingga pengembangan industri nasional.

“Kerja sama ini bukan sekadar kemitraan ekonomi biasa, melainkan langkah strategis yang berorientasi jangka panjang. Kami memandang bahwa kolaborasi yang kuat antara Indonesia dan Tiongkok sangat krusial, tidak hanya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi domestik, tetapi juga untuk menjaga stabilitas kawasan Asia di masa depan,” ujar H. Kamrussamad.
Menekankan Investasi yang Transparan dan Berkelanjutan
Sebagai pimpinan Banggar DPR RI, Kamrussamad memberikan perhatian khusus pada aspek tata kelola proyek investasi. Ia menegaskan pentingnya kehadiran investasi yang sehat, transparan, dan berkelanjutan.
DPR RI, lanjutnya, secara konsisten mendorong penguatan pengawasan terhadap pembiayaan proyek proyek strategis.

Hal ini mencakup mitigasi risiko jangka panjang serta penerapan tata kelola anggaran yang akuntabel guna memastikan setiap dukungan pendanaan memberikan dampak nyata bagi masyarakat tanpa membebani negara di masa depan.
Transfer Teknologi dan Pengembangan SDM
Selain aspek pembiayaan, diplomasi parlemen ini juga menyoroti pentingnya nilai tambah dalam setiap kerja sama bilateral. H. Kamrussamad menyoroti perlunya transfer teknologi (tech transfer) dari pihak Tiongkok guna meningkatkan kapasitas industri nasional Indonesia.
Tidak hanya soal mesin atau infrastruktur, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia menjadi salah satu poin yang ditekankan oleh DPR RI. Kamrussamad berharap bahwa investasi yang masuk ke Indonesia harus diikuti dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di level global.
“Kami ingin hubungan bilateral ini memberikan manfaat yang saling menguntungkan (win win solution). Dengan transfer teknologi dan pengembangan SDM, kita berharap ketahanan ekonomi nasional Indonesia akan semakin kuat, sehingga kemitraan ini menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi kedua bangsa,” tutupnya.
Pertemuan ini mencerminkan komitmen DPR RI dalam menjalankan fungsi pengawasan dan anggaran melalui jalur diplomasi parlemen, guna memastikan setiap kerja sama internasional sejalan dengan kepentingan nasional dan visi pembangunan Indonesia ke depan.

