LINTAS-KHATULISTIWA.COM PANGKEP, 31 Januari 2025– Muhammad Arsyad Yunus (Sapaan MAY) berharap pemerintahan baru Pangkep yang dipimpin Muhammad Yusran Lalo Gau dan Abdul Rahman Assagap lebih fokus pada strategi inovatif untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui pengelolaan aset pemerintah yang lebih baik, khususnya di sektor ekonomi.
MAY menyoroti kondisi terkini sejumlah aset komersial utama, khususnya rumah toko (ruko) di Palampang, Kalibone, dan Bonto Bonto. Ia mencatat lokasi-lokasi yang pernah dianggap sebagai simbol ikonik Pangkep yang dibangun pada masa pemerintahan Bupati Gaffar Patappe itu kini mulai terbengkalai, tampak kumuh dan tak tertata.
“Kita butuh perubahan,” tegas MAY. Ia menyerukan rencana revitalisasi menyeluruh yang mencakup perbaikan fisik, pengecatan ulang, dan fokus baru pada keseragaman visual. Ia yakin pemerintah daerah harus menerapkan peraturan ketat yang melarang penyewa mengubah skema warna unit mereka secara sewenang-wenang, karena bagaimanapun juga, ini adalah aset pemerintah yang berkontribusi pada PAD daerah.
Muh.Arsyad Yunus (MAY) menekankan pentingnya memaksimalkan PAD untuk memberi manfaat bagi daerah. Ia meyakini bahwa pendekatan yang lebih profesional dalam mengelola fasilitas parkir, dengan menyerahkan pengelolaannya kepada pihak ketiga di bawah pengawasan pemerintah, juga dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan ekonomi daerah. Hal ini, menurutnya, akan menciptakan sistem parkir yang lebih tertata, menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, dan memastikan aliran pendapatan yang lebih andal, menjauh dari sistem yang tidak diatur saat ini.
Lebih lanjut, MAY (Muhammad Arsyad Yunus) mengusulkan penerapan tarif parkir yang wajar dan peningkatan keamanan di semua pusat perekonomian, termasuk pasar dan tempat berkumpul lainnya di Pangkep. Ia yakin dengan pengelolaan rumah toko milik pemerintah yang efektif, penerapan sistem pembayaran sewa yang lebih ketat, dan penyediaan lingkungan yang lebih terpelihara, masyarakat akan lebih bersemangat untuk berinvestasi dalam usaha mereka di aset Pangkep.
“Jika pengelolaan seluruh ruko milik pemerintah ditingkatkan dan sistem pembayaran kontrak diperketat, saya yakin masyarakat akan lebih tertarik untuk berinvestasi di bisnis di seluruh aset di Pangkep,” kata MAY. Ia yakin bahwa langkah-langkah ini, ditambah dengan fokus pada pengalaman pengguna, tidak hanya akan meningkatkan keuangan pemerintah tetapi juga menumbuhkan lingkungan bisnis yang lebih dinamis dan menarik bagi Pangkep.
Seruan Muh. Arsyad Yunus untuk bertindak mendesak pemerintahan Pangkep yang baru untuk mengevaluasi kembali pendekatannya terhadap pengelolaan aset, melihatnya bukan hanya sebagai tugas tetapi sebagai mekanisme penting untuk meningkatkan pendapatan daerah, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya tarik keseluruhan wilayah tersebut untuk investasi dan kegiatan ekonomi. Usulannya menawarkan jalur yang jelas bagi Pangkep untuk mewujudkan potensi ekonominya dan memberikan layanan yang lebih baik bagi warganya.

