JAKARTA, Lintas-Khatulistiwa.com – Partai Gerindra merayakan ulang tahunnya yang ke-17 hari ini di Sentul, Bogor, Jawa Barat, yang dihadiri oleh sejumlah tokoh politik terkemuka dari seluruh Indonesia. Para pemimpin dari berbagai partai koalisi besar hadir dalam acara tersebut, yang menunjukkan adanya front persatuan dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) – Koalisi Indonesia Maju.
Di antara yang hadir adalah H. Muh. Lutfi Hanafi, SE, Ketua Komisi II DPRD Fraksi Gerindra Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY); Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan; Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu; dan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Kehadiran mereka menegaskan semangat kolaborasi dalam koalisi yang berkuasa saat ini.
Kehadiran H. Muh. Lutfi Hanafi, SE merupakan wujud komitmennya sebagai kader Gerindra dan anggota DPRD yang mewakili Fraksi Gerindra serta masyarakat Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Di sela acara HUT Ke-17 Gerindra, H.Muh.Lutfi Hanafi berkesempatan berpose dengan Siti Hediati Hariyadi yang lebih dikenal dengan nama Titiek Soeharto Ketua Komisi IV DPR RI

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih saat ini juga hadir, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan beberapa wakil menteri.
Perayaan tersebut menandai ulang tahun Gerindra ke-17 yang secara resmi berdiri pada 6 Februari 2005. Partai yang baru saja menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang mengukuhkan kembali Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum itu menegaskan kembali komitmennya untuk membina kolaborasi politik.
Sebelum acara, Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani secara tegas menyatakan keinginan partainya untuk mengundang semua pimpinan partai, termasuk mantan Presiden Indonesia. “Semua pimpinan partai, terutama ketua umum, akan diundang. Insya Allah,” kata Muzani seraya menegaskan undangan yang ditujukan kepada Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo, menegaskan keinginan partainya untuk melibatkan semua pemangku kepentingan dalam perayaan ulang tahun.
Meskipun pertemuan tersebut menjadi ajang perayaan dan mempererat hubungan dalam koalisi yang berkuasa, ketidakhadiran Megawati Soekarnoputri tentu saja memicu spekulasi dan analisis lebih lanjut dalam kalangan politik Indonesia. Namun, acara tersebut berhasil menyoroti pengaruh Gerindra yang berkelanjutan dan perannya dalam menjaga lanskap politik yang bersatu dan kolaboratif di negara ini.

