Lintas-Khatulistiwa.com | Makassar, 17 Januari 2026 – Ketegangan menyelimuti kawasan karst Leang Leang, Maros, Sabtu siang setelah tiga ledakan dahsyat mengguncang wilayah tersebut sesaat sebelum sebuah pesawat ATR 400 dilaporkan hilang kontak dan diduga jatuh.
Kejadian tragis ini terjadi sekitar pukul 13:14 WITA, meninggalkan berbagai pertanyaan dan kekhawatiran di benak masyarakat setempat.
Menurut laporan saksi mata, suara ledakan yang keras dan berulang sebanyak tiga kali terdengar jelas dari kejauhan, bahkan getarannya sempat membuat warga panik. Rentetan ledakan ini disusul dengan berita mengenai hilangnya kontak pesawat ATR 42 500 milik Indonesia Air Transport. Pesawat dengan nomor seri 611 yang dibuat pada tahun 2000 ini tengah dalam perjalanan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Belum ada kejelasan resmi mengenai nasib pasti pesawat tersebut, namun dugaan kuat mengarah pada kecelakaan fatal. Tim pencarian gabungan, termasuk Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan tim SAR lainnya, telah diterjunkan dan memfokuskan area pencarian di pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang leang, Kabupaten Maros, lokasi yang diduga kuat menjadi titik jatuh pesawat.
Pihak berwenang menduga kuat bahwa tiga ledakan dahsyat yang terdengar oleh warga adalah bagian integral dari rangkaian insiden jatuhnya pesawat. Beberapa skenario tengah dipertimbangkan sebagai potensi penyebab ledakan tersebut, antara lain:
Kegagalan Struktural Pesawat yang Parah: Ledakan bisa menjadi indikasi awal dari keretakan atau kerusakan masif pada struktur pesawat, mungkin akibat benturan keras atau manuver yang tidak terkendali.
Kerusakan Mesin (Engine Explosion): Kegagalan fungsi pada salah satu atau beberapa mesin pesawat hingga menyebabkan ledakan mesin menjadi salah satu kemungkinan yang sangat diperhitungkan dalam insiden penerbangan seperti ini.
Kebocoran Bahan Bakar: Kebocoran bahan bakar dalam jumlah besar yang kemudian tersulut api dapat memicu ledakan hebat yang terdengar dari jarak jauh.
Penting untuk ditekankan bahwa seluruh kemungkinan ini masih bersifat spekulatif dan menunggu hasil investigasi lebih lanjut. Fokus utama tim SAR saat ini adalah melakukan pencarian korban, mengamankan area kejadian, serta mengumpulkan bukti bukti yang akan membantu menguak tabir misteri di balik tragedi tiga ledakan dan jatuhnya pesawat ATR 400 di Leang Leang, Maros.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kesempatan kepada tim investigasi untuk bekerja secara profesional. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan terkini dan penyebab pasti insiden ini akan disampaikan seiring dengan berjalannya proses penyelidikan.

