Ma’rang, Pangkep – Agenda pembangunan daerah, Kecamatan Ma’rang di Kabupaten Pangkep menunjukkan komitmen yang tegas: kesejahteraan masyarakat tidak bisa diurus sendirian. Hal ini terbukti dalam Pertemuan Lokakarya Mini (Lokmin) Lintas Sektor yang diselenggarakan pada Selasa, 11 November 2025, di Kantor BKKBN Ma’rang.
Lokakarya yang diinisiasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Pangkep ini bukan sekadar forum administratif, melainkan sebuah mimbar kolaborasi yang menyatukan seluruh elemen kekuatan di tingkat kecamatan. Kehadiran perwakilan keamanan, khususnya Wakapolsek Ma’rang, IPDA Hasan, menjadi penanda penting bahwa isu kependudukan dan pemberdayaan perempuan kini telah diangkat menjadi isu strategis yang membutuhkan dukungan komprehensif dari seluruh pilar negara, termasuk aparat penegak hukum.
Meskipun ranah Keluarga Berencana (KB) dan Pemberdayaan Perempuan (PP) secara tradisional berada di bawah payung Dinas P2KBP3A dan kesehatan, partisipasi aktif dari Polsek dan Koramil menegaskan pergeseran paradigma. Kehadiran IPDA Hasan, mewakili Kapolsek, dan Serka Laode Muslimin dari Danramil, bukan hanya sekadar formalitas. Mereka hadir sebagai penjamin stabilitas dan fasilitator implementasi program di lapangan.
“Sinergi lintas sektor sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan masyarakat,” tegas Plt. Camat Ma’rang, Nurul Haq, S.Pi, saat membuka Lokakarya Mini tersebut. Penekanan pada sinergi ini menjadi inti, mengingat keberhasilan program KB seringkali berhadapan dengan tantangan sosial, geografis, dan budaya yang memerlukan pendekatan keamanan dan ketertiban.
Pertemuan yang berlangsung antusias dari pukul 09.30 WITA ini dipandu oleh arahan strategis. Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Pangkep, dr. Hj. St. Nurliah Sanusi, M.M, memberikan gambaran besar mengenai upaya pengendalian penduduk dan peningkatan kualitas keluarga melalui program pemerintah.
Diskusi kemudian mengerucut pada pelaksanaan teknis melalui paparan dari Ibu Restu Tri Mulyani (Kepala Bidang Dalduk) dan Andi Erliani (Koordinator BKKBN Kecamatan Ma’rang). Mereka membedah strategi lokal untuk program Keluarga Berencana (KB) yang lebih terukur serta bagaimana mengoptimalkan peran perempuan sebagai motor penggerak ekonomi mikro di wilayah Ma’rang.
Fokus utamanya adalah bagaimana memastikan program-program ini benar-benar menyentuh hingga ke level terkecil: keluarga dan desa. Kepala Desa, Lurah, Penyuluh KB, Bidan Desa, hingga Kader/TPK (Tim Pendamping Keluarga) yang hadir menjadi ujung tombak yang akan menjembatani kebijakan pusat dengan realitas lapanga.
Kehadiran jajaran lengkap dari sektor kesehatan (Kepala Puskesmas Ma’rang dan Padanglampe) bersama aparat keamanan, pemerintahan, dan P2KBP3A menunjukkan sebuah ‘Tim Pembangun Ma’rang’ yang solid. Mereka tidak hanya membahas angka-angka pertumbuhan penduduk, tetapi juga membahas kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dihasilkan dari setiap keluarga.
Bagi IPDA Hasan dan perwakilan TNI, keterlibatan ini dapat diterjemahkan sebagai dukungan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi keluarga untuk merencanakan masa depan mereka. Stabilitas dan keamanan adalah prasyarat utama bagi keberhasilan program kesehatan dan sosial.
Lokakarya Mini ini, yang ditutup menjelang tengah hari, bukan hanya melahirkan rencana kerja, tetapi juga memperkuat janji kolaboratif. Diharapkan, hasil pertemuan ini akan menjadi peta jalan yang jelas bagi Kecamatan Ma’rang untuk mewujudkan keluarga yang lebih sejahtera, mandiri, dan kualitas SDM yang unggul di masa mendatang, memastikan bahwa setiap kebijakan memiliki dukungan penuh dari semua lini, termasuk dari garda terdepan keamanan masyarakat

