Close Menu
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Polsek Mandalle Gelar Patroli Malam, Ciptakan Rasa Aman Warga

Mei 30, 2026

Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Sambangi Pemuda Saat Patroli Malam, Ajak Jaga Kamtibmas dan Jauhi Narkoba

Mei 30, 2026

Idul Adha 1447 H: Bupati Pangkep Ajak Masyarakat Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim AS

Mei 27, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Polsek Mandalle Gelar Patroli Malam, Ciptakan Rasa Aman Warga
  • Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Sambangi Pemuda Saat Patroli Malam, Ajak Jaga Kamtibmas dan Jauhi Narkoba
  • Idul Adha 1447 H: Bupati Pangkep Ajak Masyarakat Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim AS
  • Personel Polsek Ma’rang Amankan Sholat Idul Adha 1447 H di Masjid Besar Taqwa, Arus Lalin Jamaah Tetap Lancar
  • Polsek Ma’rang Gelar Pengamanan Malam Takbiran Idul Adha 1447 H, Antisipasi Balapan Liar di Jalur Poros
  • Skandal Oknum LURAH BORIAPPAKA di Pangkep: Terciduk Berduaan dengan Staf di KamarPenginapan saat Jam Kerja
  • Kapolda Sulsel Pimpin Konferensi Pers, Ratusan Pelaku Kejahatan Jalanan Berhasil Diungkap
  • Amankan Malam Takbiran Idul Adha 2026, Polres Pangkep Gelar Apel Bersama Forkopimda
Facebook X (Twitter) Instagram
Lintas KhatulistiwaLintas Khatulistiwa
Demo
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Lintas Khatulistiwa
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Indeks Berita
Beranda » Sengketa Sengit Aceh dan Sumatera Utara Terkait Empat Pulau
Berita

Sengketa Sengit Aceh dan Sumatera Utara Terkait Empat Pulau

Muhammad Taslim.SHBy Muhammad Taslim.SHJuni 15, 2025Tidak ada komentar
Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Pulau Panjang, Lipan, Mangkir Ketet dan Mangkir Gadang yang sempat disengketakan Provinsi Aceh dan Sumut sebelum diputuskan Mendagri masuk Sumut, April 2025. (Googlemaps)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Aceh,- Sengketa wilayah kembali terjadi antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) terkait kepemilikan empat pulau yang terletak di perairan lepas pantai barat Sumatera. Meski saat ini berada di bawah kendali administratif Sumatera Utara, Aceh mengklaim kepemilikan historis pulau-pulau tersebut dan tengah mendorong peninjauan ulang statusnya.

Empat pulau yang menjadi pusat konflik adalah Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang (juga dikenal sebagai Mangkir Besar), dan Pulau Mangkir Ketek (Mangkir Kecil). Pemerintah Aceh mengklaim bahwa pulau-pulau ini secara historis merupakan wilayah mereka, tetapi sekarang secara resmi menjadi bagian dari Sumatera Utara berdasarkan keputusan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Keputusan Kemendagri dan Kronologi Ketidaksetujuan

Akar konflik saat ini terletak pada proses verifikasi nasional nama pulau dan koordinat yang dilakukan oleh Tim Standardisasi Toponim Nasional.

Pada tahun 2008, tim tersebut telah melakukan verifikasi terhadap 260 pulau di Aceh, namun keempat pulau yang disengketakan tersebut tidak masuk dalam daftar. Selanjutnya, pada tahun 2009, dalam proses verifikasi di Sumatera Utara, keempat pulau tersebut telah terdaftar sebagai milik provinsi tersebut, sebagai bagian dari daftar 213 pulau.

Baca Juga:  Rekonsiliasi yang dinanti nantikan akhirnya terwujud. H. Adek Erfil Manurung , resmi menyatakan kembali bergabung kepemimpinan LMP H.M. Arsyad Cannu Priode 2025-2030

“Pulau-pulau ini sudah terverifikasi sebagai bagian dari Sumatera Utara sejak tahun 2009, berdasarkan surat penegasan dari Gubernur Sumatera Utara saat itu,” jelas Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, saat jumpa pers di Jakarta, Rabu, 11 Juni 2025.

Menurut Safrizal, Pemerintah Aceh telah mengajukan usulan perubahan nama dan koordinat keempat pulau tersebut pada 4 November 2009. Namun, usulan tersebut diajukan setelah proses verifikasi nasional selesai dan tidak masuk dalam pemetaan nasional.

Aceh Tolak Putusan, Ajukan Upaya Hukum dan Bukti Sejarah

Pemerintah Aceh menolak keputusan tersebut dan menuntut peninjauan ulang status keempat pulau tersebut. Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Aceh, Syakir, menegaskan bahwa proses perubahan status tersebut tidak sepenuhnya melibatkan Aceh dan terjadi sebelum masa jabatan gubernur saat ini.

“Kami terus memperjuangkan peninjauan ulang. Kami yakin bahwa keempat pulau ini merupakan bagian dari Aceh berdasarkan sejarah dan peta lama,” ungkapnya pada Senin, 26 Mei.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, telah menyampaikan sikap tegasnya terkait isu tersebut. Ia menegaskan bahwa Aceh memiliki bukti kuat untuk mendukung klaim tersebut. “Ya, keempat pulau itu memang masuk wilayah kekuasaan Aceh. Kami memiliki alasan kuat, bukti kuat, dan data historis yang kuat untuk membuktikan bahwa keempat pulau itu milik Aceh,” kata Mualem di Jakarta, Kamis, 12 Juni 2025.

Baca Juga:  Kunjungan Fungsi SDM Polres Pangkep di Polsek Ma’rang, Tekankan Peran Bhabinkamtibmas dalam Ketahanan Pangan

Mualem menegaskan bahwa berdasarkan letak geografis, batas wilayah, dan data iklim historis, keempat pulau tersebut sah menjadi milik Aceh. Ia mengklaim memiliki bukti kuat untuk mendukung klaim tersebut.

Menanggapi hal itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyatakan kesediaannya untuk membahas masalah status keempat pulau tersebut. “Saya sudah sampaikan berulang-ulang, jangan sampai keluar jalur. Dalam pertemuan saya dengan Gubernur Aceh beberapa waktu lalu, saya sampaikan bahwa pembahasan kepemilikan yang berulang-ulang kemungkinan besar tidak akan ada penyelesaian,” kata Bobby Nasution di Kantor DPRD Sumut, Selasa, 12 Juni 2025.

Meski tetap bersikukuh bahwa pulau-pulau itu milik Sumatera Utara, Bobby juga mengusulkan kemungkinan pengelolaan bersama dengan Aceh jika hasil pembicaraan lebih lanjut menegaskan kembali kepemilikan Sumut. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan pengalihan kepemilikan pada akhirnya berada di tangan Kemendagri.

Baca Juga:  Mengikhlaskan Kepergian: Pelajaran dari Musibah Kematian

Mendagri Usulkan Pengelolaan Kolaboratif

Dalam upaya meredakan ketegangan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyarankan agar kepulauan tersebut dikelola secara kolaboratif oleh kedua provinsi.

“Kita harapkan kedua belah pihak bisa mencari solusi terbaik. Kalau bisa diselesaikan bersama-sama, kenapa tidak,” saran Tito di Istana Kepresidenan, Selasa, 10 Juni 2025.

Menurut Tito, keputusan memasukkan keempat pulau itu ke dalam wilayah Sumatera Utara didasarkan pada kesepakatan batas darat yang telah ditandatangani oleh empat pemerintah daerah terkait, termasuk Aceh sendiri.

“Secara geografis berada di Sumatera Utara jika dilihat dari batas-batas darat yang telah disepakati,” pungkasnya.

Sengketa yang sedang berlangsung ini menyoroti kompleksitas administrasi teritorial dan klaim historis di Indonesia. Apakah provinsi-provinsi tersebut dapat mencapai solusi yang disetujui bersama, baik itu pengelolaan bersama atau evaluasi ulang kepemilikan berdasarkan bukti historis, masih harus dilihat. Situasi ini menggarisbawahi perlunya konsultasi menyeluruh dan inklusif saat menentukan batas-batas wilayah.

Penulis: Iwan Ajteh

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Muhammad Taslim.SH
  • Website

Related Posts

Polsek Mandalle Gelar Patroli Malam, Ciptakan Rasa Aman Warga

Mei 30, 2026

Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Sambangi Pemuda Saat Patroli Malam, Ajak Jaga Kamtibmas dan Jauhi Narkoba

Mei 30, 2026

Idul Adha 1447 H: Bupati Pangkep Ajak Masyarakat Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim AS

Mei 27, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024

Mahfud MD: Berdemokrasi dan Menegakkan Hukum Perlu Kesabaran

Maret 14, 2023
Don't Miss
Berita

Polsek Mandalle Gelar Patroli Malam, Ciptakan Rasa Aman Warga

By Muhammad Taslim.SHMei 30, 2026

Polres Pangkep– Personil Polsek Mandalle Polres Pangkep yang di pimpin oleh Ps.Ka.Spkt Aiptu A Amiruddin,…

Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Sambangi Pemuda Saat Patroli Malam, Ajak Jaga Kamtibmas dan Jauhi Narkoba

Mei 30, 2026

Idul Adha 1447 H: Bupati Pangkep Ajak Masyarakat Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim AS

Mei 27, 2026

Personel Polsek Ma’rang Amankan Sholat Idul Adha 1447 H di Masjid Besar Taqwa, Arus Lalin Jamaah Tetap Lancar

Mei 27, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: info@example.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok Telegram
Our Picks

Polsek Mandalle Gelar Patroli Malam, Ciptakan Rasa Aman Warga

Mei 30, 2026

Bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang Sambangi Pemuda Saat Patroli Malam, Ajak Jaga Kamtibmas dan Jauhi Narkoba

Mei 30, 2026

Idul Adha 1447 H: Bupati Pangkep Ajak Masyarakat Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim AS

Mei 27, 2026
Most Popular

Awal Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel Berikan Himbauan Kepada Masyarakat*

Maret 14, 2024

Seorang Penggali Kubur TPU Kelurahan Talaka-Pangkep dihebohkan Ular Kepala dua

Januari 16, 2024

Dianggap Menodai perjuangan ummat untuk boikot produk Israel Sayful Ayyubi Sekertaris DPD FPI Sulsel, Di Non Aktifkan

Maret 4, 2024
© 2026 LINTAS KHATULISTIWA by WEBPro.
  • Privacy Policy
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.