Lintas-Khatulistiwa.com. | MAROS – Perubahan cuaca ekstrem kembali menyapa Kabupaten Maros, kali ini dalam bentuk amukan angin puting beliung yang menerjang sejumlah wilayah pada Minggu pagi, 11 Januari 2026. Insiden yang terjadi sekitar pukul 08.30 Wita ini dilaporkan merusak delapan unit rumah warga di Desa Bori Masunggu dan Desa Bori Kamase, Kecamatan Maros Baru. Tiga dari delapan rumah tersebut mengalami kerusakan parah akibat terjangan angin kencang yang datang bersamaan dengan guyuran hujan.
Menurut laporan di lapangan, putaran angin puting beliung menyapu kedua desa tersebut dengan kekuatan yang cukup signifikan. Atap atap rumah beterbangan, dinding terkelupas, dan pepohonan tumbang tak mampu menahan amukan elemen alam tersebut.
Di Desa Bori Masunggu, tiga rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah. Atap seng terlepas dari rangkanya, kayu kayu penyangga tercabut, dan sebagian dinding banguan tak lagi utuh.

Sementara itu, lima rumah lainnya mengalami kerusakan sedang, dengan bagian atap dan struktur ringan yang hancur diseret angin.
Infrastruktur PLN Lumpuh, Listrik Padam Berjam jam
Dampak dari terjangan puting beliung tidak hanya dirasakan oleh permukiman warga. Amukan angin juga menyebabkan sembilan tiang listrik roboh atau patah di berbagai titik.
Pohon pohon besar yang tumbang menjadi faktor utama rusaknya jaringan listrik ini, menjalar dari wilayah Kota Maros, Majannang, hingga jalan poros Bantimurung.
Dua pohon yang tumbang di kawasan kota bahkan menyebabkan dua tiang utama PLN ambruk, yang secara langsung memicu pemadaman listrik di sebagian wilayah Maros sejak pagi hingga malam hari.
Bupati Maros, Chaidir Syam, membenarkan kejadian tersebut. Beliau menyatakan bahwa selain kerusakan rumah warga, dampak paling terasa dari insiden ini adalah kelumpuhan aliran listrik akibat kerusakan infrastruktur PLN.
“Petugas PLN telah bekerja sepanjang malam untuk melakukan perbaikan dan penggantian tiang yang rusak. Hingga Minggu siang, aliran listrik di Kota Maros dilaporkan telah kembali normal,” ujar Bupati Chaidir Syam.
Respons Cepat BPBD dan Dinas Sosial.
Menyikapi situasi darurat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Sosial Maros bergerak cepat. Bantuan logistik mulai disalurkan kepada warga yang terdampak bencana.
Tim gabungan masih terus melakukan pendataan lanjutan di lapangan guna memastikan skala kerusakan secara menyeluruh, baik terhadap rumah warga maupun fasilitas umum lainnya yang terkena imbas cuaca ekstrem ini.
Kepala Pelaksana BPBD Maros, Towadeng, menjelaskan bahwa pohon tumbang memang menjadi penyebab utama robohnya sembilan tiang listrik. Kerusakan infrastruktur tersebut tersebar di tiga wilayah berbeda, menandakan luasnya jangkauan dampak puting beliung yang melanda Maros sejak Sabtu hingga Minggu pagi.
Meskipun tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa ini, kejadian ini menjadi pengingat kembali akan kerentanan permukiman warga di hadapan fenomena cuaca ekstrem. Atap yang beterbangan, listrik yang padam, dan rumah yang rusak meninggalkan jejak trauma serta kesiapsiagaan bagi masyarakat. Kabupaten Maros kembali diuji oleh kekuatan alam yang tak terduga.
Ka Biro Lintas-Khatulistiwa.com | Maros : Andini

