Lintas-Khatulistiwa.com | PANGKEP – Langkah inovatif dan humanis dilakukan oleh jajaran Polres Pangkep dalam upaya menekan angka kriminalitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui inisiasi Bhabinkamtibmas Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, masyarakat yang sebelumnya memproduksi minuman keras tradisional jenis “Ballo” kini beralih menjadi produsen gula aren cair.
Kapolres Pangkep, AKP Muh. Husni Ramli, hadir langsung di Balleangen, Desa Tompobulu, dalam kegiatan pendampingan masyarakat bersama Dinas Perdagangan (Disdag) serta Dinas UMKM Kabupaten Pangkep, Kamis 25/6/2026.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pangkep memberikan bantuan berupa peralatan masak dan alat pengangkut untuk mendukung produktivitas para perajin gula aren. Bantuan ini merupakan bentuk dukungan nyata dari pihak kepolisian untuk memastikan transisi ekonomi masyarakat berjalan lancar.
“Kegiatan ini diinisiasi oleh Bhabinkamtibmas kami. Kami ingin merubah hal hal negatif menjadi positif. Salah satu penyebab tingginya angka kriminalitas di wilayah ini adalah konsumsi minuman keras jenis Ballo. Dengan mengonversinya menjadi gula aren, kita tidak hanya menyehatkan masyarakat, tetapi juga menciptakan sumber ekonomi baru bagi warga,” ujar Kapolres.
Guna memastikan produk gula aren dari Desa Tompobulu ini mampu bersaing di pasar yang lebih luas, Kapolres Pangkep juga memfasilitasi koordinasi dengan Dinas Perdagangan untuk proses pengurusan legalitas, mulai dari izin BPOM hingga sertifikasi Halal.
Salah seorang perajin, Bapak Ruly, mengungkapkan rasa syukurnya atas perubahan ini. Ia kini fokus memproduksi gula aren cair sebagai mata pencaharian utama, menggantikan aktivitas produksi Ballo yang selama ini ia jalankan.
“Kami berharap inisiasi ini menjadi berkah dan sumber rezeki yang lebih baik bagi masyarakat Tompobulu. Dengan dukungan pemerintah daerah dan pengawasan dari kepolisian, produk ini diharapkan layak dagang dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi kesejahteraan warga,” tutup AKP Muh. Husni Ramli.

