LINTAS-KHATULISTIWA.COM PANGKEP, L.Tangaya, 14 Januri 2025 – Masyarakat L. Tangaya tengah berduka atas meninggalnya Indriani, S.Pd., seorang guru yang berdedikasi di SMPN 8 L. Tangaya, yang meninggal dunia saat dalam perjalanan untuk menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Ibu Indriani, yang dikenal karena komitmennya terhadap pendidikan, telah memulai perjalanannya pada tanggal 13 Januari 2025, dengan maksud untuk mengenakan sabuk Amukti Palapa yang simbolis saat tiba di sekolahnya.
Tragisnya, selama perjalanan laut, Ibu Indriani jatuh sakit. Ia diturunkan dari kapal di Pulau Sapuka di mana ia bisa mendapatkan perawatan medis segera. Ada rencana untuk memindahkannya ke Makassar guna mendapatkan perawatan yang lebih komprehensif. Namun, takdir berkata lain, dan Ibu Indriani meninggal dunia. Meninggalnya beliau meninggalkan kekosongan yang mendalam di kalangan komunitas pendidikan setempat dan di antara semua orang yang mengenalnya.
Kabar meninggalnya almarhumah disambut dengan duka yang mendalam. Bapak Hamzah yang mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Camat Ma’ran, Kini, masyarakat menunggu informasi lebih lanjut dan persiapan pemakaman.
Keluarga mendiang pendidik tersebut menyampaikan harapan tulus agar Ibu Indriani dimakamkan di kampung halamannya di wilayah Kec. Ma’rang. Permintaan ini agar Ibu Indriani dapat dekat dengan keluarga dan leluhurnya.
Dedikasi Ibu Indriani terhadap profesinya dan para siswanya terbukti dari komitmennya untuk tiba di tempat tugasnya tepat waktu guna memenuhi janjinya kepada para siswanya. Kehilangannya merupakan pengingat nyata akan pengorbanan yang dilakukan para pendidik saat bertugas di daerah yang lebih terpencil. Ia meninggalkan warisan pengabdian.
Masyarakat turut menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga, sahabat, dan kolega Ibu Indriani. Meninggalnya pendidik yang luar biasa ini merupakan kehilangan yang sangat besar bagi wilayah ini.
“ AL FATIHAH ” begitulah doa tulusmasyarakat untuk Almarhumah Indriani, S.Pd.

